barneySuatu saat dalam perjalanan di mobil, tiba-tiba si kecil bilang: “Pa, jangan kencang-kencang, nanti tabrak lho !” Kontan saja papa kaget dengar celoteh si kecil. Karna tidak pernah kita membicarakan kejadian yang negatif di saat anak-anak bersama kami, apalagi cerita yang seram-seram. Selidik punya selidik, ternyata semua itu hasil rekaman otak si kecil pada saat menonton TV.

Anda pernah punya pengalaman si kecil tiba-tiba melontarkan sesuatu yang negatif? Bisa jadi akar masalahnya sama dengan yang kami alami.

Positif dan Negatif dari tayangan TV

Mungkin sebelum papa berbagi tentang melindungi anak dari TV, coba anda pikirkan apa saja positif dan negatif dari tayangan TV. Mulai dari acara hiburan, sinetron, film, iklan, berita dan acara kartunnya. Apakah lebih banyak positifnya? Atau lebih banyak negatifnya?

Coba ambil waktu di saat film kartun berlangsung, duduklah bersama dengan mereka untuk menonton. Dan catat bila perlu, apa saja yang muncul di sela-selanya. Yang paling sering adalah iklan produk makanan dan minuman instant dan sedikit iklan sinetron.

FYI (For Your Information), iklan film/sinetron biasanya yang ditampilkan itu yang ’seru-seru’… biar menarik. Dan biasanya yang seru-seru itu tidak cocok untuk anak kecil.

Dan pikirkan…kira-kira berapa kali otak anak anda di’cuci’ dengan iklan-iklan makanan instant seperti itu dalam 1 bulan? Saya mendapatkan cerita, seorang ibu yang membuka toko snack mengatakan: biasanya yang laku adalah makanan yang ada diiklan TV yang sering muncul pada hari Sabtu dan Minggu.

Melindungi anak dari TV

1. Tidak menonton TV secara langsung, belikan VCD / DVD. Cara satu-satunya yang papa dan mama lakukan untuk mengontrol isi TV yang boleh dilihat si kecil adalah dengan melarang menonton TV yang ditayangkan secara langsung. Mungkin hal ini belum tentu cocok bagi semua orang, tapi ini yang telah papa dan mama lakukan selama beberapa tahun.

Tidak mudah awal mulanya, tapi bila dipaksakan hal ini akan menjadi kebiasaan. Bila seseorang ‘terputus’ dengan cerita sebuah drama, biasanya malas bagi dia untuk meneruskan melihat…”Gak ngerti jalan ceritanya” gitu deh

Untuk menggantinya, papa dan mama biasanya membelikan VCD / DVD kartun yang sesuai dengan umur si kecil. Intinya adalah anda mengontrol semua isi yang akan di lihat oleh buah hati anda.

2. Batasi VCD / DVD dalam 1 hari. Menonton VCD atau DVD yang berlebihan akan menyebabkan si kecil ‘kecanduan’ istilahnya. Anda perlu memberikan batasan dalam 1 hari, misal 1 hari 1 VCD atau 2 VCD. Ajarkan disiplin ini kepada anak dan bila melanggar biasanya papa dan mama menggambil semua VCD dan DVD untuk beberapa hari sehingga tidak ada yang bisa dilihat si kecil saat itu.

3. Permainan berkelompok. Dunia anak adalah dunia bermain, anda tentu ingat hal itu. Biar tidak bosan, mainkan permainan secara berkelompok, seperti lomba menata balok, si kecil dan mama melawan papa. Lomba mengurutkan angka 1 sampai 10, si kecil bersama mama melawan si sulung bersama papa. Yang penting disini adalah sosialisasi dan kebersamaan, tidak hanya duduk diam di depan TV.

Bagi staff yang dirumah, papa dan mama tidakĀ  melarang menonton TV, namun hal ini boleh dilakukan setelah semua anak-anak sudah tidur. Namun yang terjadi adalah karna kebiasaan nonton TV sudah tidak ada lagi dalam kamus mereka, mereka pun menjadi malas untuk menonton.

Selamat mencoba !

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags: , ,

7 Responses to “Bagaimana melindungi anak dari TV saat orang tua bekerja”

  1. :-) ah.. sekali lagi saya suka dengan blog ini, energi kelembutan dan kasih sayang selalu terpancar ketika membacanya. banyak hal yg bisa diambil dri artikel yg di tulis.

    Sunggguh jika mau mempelajarinya banyak hal2 positif yg bisa kita terapkan pada anak2 kita.

    Salam..

  2. yanuar says:

    Salam kenal…,
    artikel yang sangat bermanfaat.
    tak di pungkiri, kebebasan media siar saat ini cukup mengkhawatirkan. tak sedikit tayangan dari media siar yang kurang memberi cermin positif untuk perkembangan anak.
    semangat kasih dan sayang adalah kunci utama pada perkembangan mental dan spiritual anak.

  3. papadanmama says:

    benar Mas Irwan, kl bukan kita orang tua yg mengajarkan hal2 positif kpd anak kita, ya siapa lagiii???

    salam juga, thx atas kunjungan anda

  4. mr psycho says:

    babby sitter atau PRT juga harus diberi penjelasan agar tidak terlalu banyak menonton sinetron,anak2 yg dijaga akan ikut ikutan

  5. jilena says:

    duh.. kebetulan, anak saya yang besar (juli nanti 4 tahun) tergantung sekali sama TV. Sulit sekali menjauhkannya dari TV. Jika saya, atau papanya, atau yang menjaganya mematikan TV, sikapnya jadi hiper aktiv gitu.. gimana ya…. ?

  6. papadanmama says:

    @yanuar : salam kenal jg, makasih dah mau mampir
    @jilena : gimana kalo coba dialihkan perhatian anak dg mainan2 baru yg blm pernah dia lihat atau mainkan, mgkn itu bs membantu :)

  7. Luv says:

    Kalu aku berusaha membelikan VCD yang mendidik dan mainan yang membuat berpikir untuk waktu yang lama, kek puzzle gitu, untung pembantu juga ga terlalu suka sinetron.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D =)) :-? :-bd :D/ =D) :] :(|) ~O) ):D( :-j :)) :-?? more »