Suatu siang ketika si kecil pulang sekolah, ia kelihatan lesu, tidak ceria seperti biasanya. Nafsu makan juga tidak ada dan kami pun berpikir mungkin ia sedang tidak enak badan, karna memang cuaca kurang bersahabat saat itu.
Menjelang sore hari, aktivitasnya kembali seperti biasa, sudah bisa tertawa, bercanda bersama adik dan baby sitter seperti biasanya. Usut punya usut ternyata dia lagi bete (jengkel hati) karna di sekolah ada teman yang usilin si kecil.
Disini penting bagi papa dan mama untuk menjadi sahabat bagi anak mereka, agar mereka mau curhat bukan kepada orang lain, melainkan pada papa dan mamanya.
Beberapa tips untuk menjadi sahabat si kecil
1. Mulailah anda yang bercerita dahulu. Berpikirlah terbalik. Bila papa dan mama anda memulai bercerita tentang aktivitas hari ini, tentu mudah bagi anda untuk menanggapi dan memulai cerita anda sendiri pada mereka kan?
Berceritalah tentang masa kecil anda pada anak-anak anda. Tentu cerita yang ringan,lucu dan pendek dengan bahasa yang anak anda mengerti. Pada akhir cerita, mintalah anak anda yang bercerita…berilah respon seperti tertawa. “Oya? masa sih?”
2. Bermainlah sekolah-sekolahan. Untuk mengingatkan kembali kegiatan atau peristiwa yang terjadi di sekolah, bermainlah sekolah-sekolahan dengan anak anda. Jadilah murid dan biar dia menjadi gurunya. Sambil bermain, tanyakan tentang aktivitasnya tadi pagi… dan berikan respon yang positif dari setiap perkataannya.
Bila anak anda mengatakan, “Lupa pa”, jangan memarahi atau meledek. Mungkin memang lupa, mungkin ada peristiwa yang tidak ingin diingat atau mungkin si kecil bingung dari mana dia harus memulai bercerita. Tanyakan sekali lagi pada saat itu atau pada saat bermain lagi.
3. Mulailah dari sekarang untuk menjadi sahabat bagi anak anda. Biarkan kebiasaan curhat atau bercerita itu tumbuh di keluarga anda, karna dengan demikian akan mudah bagi anda sebagai papa dan mama untuk memberikan masukan, menasihati dan menghibur buah hati anda disaat ia membutuhkan.
4. Beri selalu peredam masalah. Bila ada hal negatif yang terjadi, seperti teman yang nakal pada anak anda, terjatuh dari mainan, kuenya di rebut teman bermain, ingatkan selalu kalau ia memiliki Tuhan, papa dan mama yang sayang dan peduli pada dia. Ini penting anda lakukan berulang-ulang, agar anak anda kelak menjadi orang yang kuat, orang yang memiki peredam dikala kesulitan datang.
Pengalaman dari mama, di saat senggang terkadang si kecil sendiri yang meminta untuk memulai bercerita… “Ma, cerita-cerita seperti dulu lagi yuk”…”Cerita yang lucu-lucu itu”.
Itu hal yang sangat berharga, hal yang spesial bagi papa dan mama yang tentu harus kita mulai dari sekarang juga.
Baca juga:
- Cara sederhana membantu kehidupan orang yang kurang mampu
- Apakah papa dan mama anda adalah pendukung keluarga anda dan pasangan?
- Bagaimana melindungi anak dari TV saat orang tua bekerja
- Membentuk karakter anak agar menjadi orang yang sukses
- Pentingkah video bayi atau foto bayi anda?
Kata kunci lain artikel ini:
- persiapan menjadi orang tua
- makalah persiapan menjadi orang tua
- psikologi persiapan menjadi orang tua
- menjadi sahabat bagi anak
- kesiapan menjadi orang tua
Tags: mendidik anak, sahabat anak
waaaah banyak manfaat neh, thank ya uda mampir diblog aku
Nice post..semoga saja aku juga bisa menjadi orang tua yang baik bagi anakku ya..
lam kenal..
terimakasih atas kunjungannya(tapi ini mas lho bukan mbak
), salam kenal.
Membiasakn tradisi yang baik dalam keluarga akan sangat membantu dalam proses tumbuh kembang anak kearah yang positif….semoga kita menjadi pewaris tradisi yang baik itu.
waduuuuh, kayaknya harus diprint nih buat bahan bacaan… eheheehhee…
buat saya keluarga memang segalanya…
salam…
kita link ya…
nice info
jd inget si kecil td di suruh bubu siang gak mau,aku biarin ae dia main,biasane seh kalo dah waktunya tidur aku menekankan hrs tidur heheh,setelah kecapekkan main dia aga rewel bilang mamah timun mas hahah minta mamahnya cerita tanda” dah ngantuk :D,bener deh baru sebentar cerita dah pulas,
hmmm..sangat berguna nih bagi calon papa hehehe..trims ya,kehangatan dalam rumah berpengaruh bagi perkembangan psikologi anak anak ya
Assalam.
Lho saya kalau sebagai anak merasa tidak enjoy dengan ortu saya gimana terlebih dengan ayah saya.
thanks.
wassalam.
Terimaksih telah mengunjungi blog saya.
Jawaban comment anda telah dibalas.
harap cek kembali diblog saya.
:-)
Kunjungan balik mas, makasih udah mampir…
Menjadi sahabat bagi anak memang gampang diucapkan tapi sulit dipraktekkan, mungkin bagi sebagian orang tua sudah merasa dekat dengan anak tapi di sisi lain anak merasa apa yang dilakukan orang tua belum berarti apa-apa atau bahkan terkesan terlalu mencampuri urusan pribadi mereka, ini bagian yang paling sulit
Nice Posting!!!
salam
Wah, artikel yang keren! Kubookmark ya…
Ikut Kontes SEO Aristia Wida Rukmi Yang saya adakan yukk!!
@tanyasaja : thx jg dah mau mampir di blog ini
sorry salah panggil…ya smoga anak2 kita bs tumbuh dg baik
@ahza : itu yg diharapkan oleh byk org tua “menj ortu yg baek utk anak2″ n salam kenal jg, makasih sdh mau mampir
@rice2gold :
@babacilukba : makasih dah mau mampir
@ocehanburung : dg senang hati kl mau di link, makasih ya
@yenin : thx dah mau mampir & sharing bersama kami
@mr psycho : betul mas, smoga kita bs memberikan yg terbaik utk anak2 kita
@borneo : betul mas, mmg tidak gampang dlm mendidik anak tp yg terpenting kita telah berusaha utk memberikan yg terbaik
@luvjoy : dg senang hati, makasih yaaa
Assalam
jadi pingin cepet nikah.
hehehe8x.
wassalam
thanks for comments
timur.blogdetik.com
Wah, biarpun anak saya udah kuliah, rasanya posting ini tetap bisa diterapkan. Makasih ya, bagus banget. Orangtua memang harus jadi sahabat anak. Yang perlu dipelajari adalah bagaimana kita bisa menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita. Biasanya kita cepat putus asa bila anak kita pendiam dan cuek. Kita jadi ikutan cuek. Mungkin setelah baca posting ini, orang tua jadi lebih perhatian dan kreatif mencari obrolan dengan anak…
Bermanfaat banget ni, sering-sering posting kayak gini