Dalam sebuah kuliah beberapa tahun yang lalu, saya mendapatkan materi tentang kehidupan berkeluarga dan etika yang harus di lakukan, seperti: bersilang dan menurun. Artinya adalah bila dalam hal memberi bantuan atau berbuat baik, lakukan bersilang.
Contohnya, bila ingin memberi oleh-oleh atau buah tangan saat berkunjung ke rumah mertua suami, biarlah yang membawa dan memberikan kepada mertua adalah istri anda (bersilang).
Kritik yang membangun - tidak disarankan
Pernah mendengar istilah: Kritik yang membangun? Sebaiknya jangan lakukan ini kepada siapapun, apalagi kepada keluarga pasangan anda atau pada pasangan anda sendiri. Tidak ada seorangpun yang akan maju dengan kritik.
Bila ingin memberikan saran (lebih halus dari kritik) buatlah kalimat positifnya dahulu, berikan saran itu diantara simpati atau pujian dan yang terpenting lakukan itu bukan dengan bersilang tapi menurun. Artinya, bila ada yang kurang beres dari keluarga pasangan anda biarlah yang memberikan teguran dan saran adalah pasangan anda bukan anda.
Contoh: Bila mertua anda memiliki kebiasaan mengeluarkan dahak di pagi hari dan saat itu anda berdua sedang makan pagi, sebaiknya yang memberi saran adalah anaknya. Itupun lakukan tidak langsung nembak: “Biasa Bapak ini! Kalo ada orang makan kok berdahak!” selain ada perasaan malu - karena ada mantu baru - tentu dia juga ingin dihargai sebagai orang tua.
Cobalah memberikan simpati dulu, “Masih gak enak tenggorokannya?”…lalu saran “Besok-besok kalau berdahak lebih baik di kamar mandi, ada si A (pasangan anda) lagi makan”
Lakukan secara pribadi dengan ayah anda tanpa mempersalahkannya.
Bagaimana bila sebaliknya?
Wah, jangan deh. Bila anda menegur langsung mertua anda yang punya kebiasaan atau aturan yang telah anda berdua sepakati bersama…. mungkin awal-awalnya tidak ada apa-apa.
Tetapi dari beberapa kasus yang terjadi, seringkali perpecahan itu terjadi karena kritik-kritik kecil yang terus menumpuk dan menumpuk, akhirnya pecah menjadi pertengkaran hebat.
Dont do this at home!
Jangan lakukan (kritik-kritik) ini di rumah!
Bagaimana bila mertua anda tetap tidak mengubris dan menganggap bahwa apa yang dilakukannya benar dan paling benar?
- Itulah perlunya kesadaran bagi kedua pihak bahwa tiap individu memiliki kotak masing-masing. Kotak kehidupannya selama ini, semua kebiasaan baik dan buruk akan terbawa masuk dalam bahtera rumah tangga - mesti nanti anda berdua membicarakan untuk memperbaiki hal tersebut.
- Dan itulah hebatnya cinta - bukan jatuh cinta - yang bisa menyatukan dua perbedaan ini.
“Cinta itu anugrah maka berbahagialah…
Sebab kita sengsara bila tak punya cinta…”
by Doel Sumbang diingetin oleh depz
Mari kita Stop Dreaming Start Action untuk hal ini !
Baca juga:
- Apakah papa dan mama anda adalah pendukung keluarga anda dan pasangan?
- Jatuh cinta dan cinta itu beda!
- Tips memilih makanan sehat, praktis dan bermanfaat untuk bayi dan keluarga
- Membentuk karakter anak agar menjadi orang yang sukses
- 2 Aturan Sederhana Meminjamkan Uang
Kata kunci lain artikel ini:
- damai dalam keluarga
- cara agar kedua orang tua dari dua pasangan berdamai
- cara membuat keluarga damai
- cara untuk menyatukan 2 perbedaan dalam rumah tangga
- cara memiliki kehidupan yang damai
Tags: cara menegur, cinta, keluarga penuh damai
wah,nambah terus ilmu dari sini … thanks ya
siap!!!
Segera saya Praktekan!!!!!
salam….
Yup, yang ditulis disini, beneeeer banget…setuju, memang setelah berumah tangga, toleransi harus dijaga, empati dengan pasangan juga senantiasa dipelihara. Salam
@mr psycho : aagh…anda bisa aja, ini hy sekedar sharing dr kami, smoga bermanfaat
@ocehan burung : emang tentara ya bro hihihi….salam jg
@bintang timur : emang betul kata mbak, spy rmh tangga bs awet ya mbak spt rmh tangga mbak irma
Iya setuju banget dengan artikel ini
ilmu yang bermanfaat tuk yang belum berumah tangga
Wah bener juga ya kalau kritikan itu tak ada yang membangun. Kebetulan, saya baru beberapa bulan menikah, masih harus belajar banyak dari sini.
bener tuh mba…
kakak saya aja menggunakan cara seperti itu…
mereka melakukan hal seperti itu sebagai ungkapan rasa perhatian mereka terhadap orang tua mereka :D…
salam kenal…
semoga yang masih berkeluarga bisa menerapkannya
hmmm ilmu lagi neh…. siap di terapkan
mantep sekali, harus dilakukan dengan penuh kesadaran dari hati nih…
Kunjungan balasan nih
Tips yg bagus buat mengaruhi kehidupan rumah tangga. Memang semuanya trgantung pd “seni” pasangan suami istri dlm menata rumah tangga.
Salam.
cara yg sederhana.. tp tidak sesederhana mengaplikasikannya hhehehehe
TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA…
SALAM SUPER & SELALU ACTION !!!
SALAM SUPER & SELALU ACTION !!!
Waaahh… Mantap ne ilmunya papa. dapet satu senjata lg ne dari papa sebelum nikah hehe…
Thanks alot yah
wow…ide bersilang dan menurun itu bagus sekali…
memang sebaiknya yang menegur harus ‘orang dalam’…lagipula sampe sekarang aku masih sungkan mengkritik mertua (maksudnya mertua yang di dunia nyata, bukan yang di dunia maya…)
kalu di dunia maya, kita belum bicarakan apa masih punya mertua ato gimana…hahaha….
salam kenal…. (ehem ehem)
@cara buat situs : salam kenal jg, thx atas kunjungan dan komentar anda
@suryaden : setuju bro, hrs dilakukan dg kesadaran dr hati
@fandhie : betul, mmg tidak sesederhana mengaplikasikannya, semua hrs dilakukan dg kerendahan hati dan cinta
@kuti : salam ehem ehem jg
lengkap deh ilmunya..
thanks ya atas infonya. Syukurnya saya jauh dari mertua hihi..
mantab nih tipsnya..memang berumah tangga ada seninya tersendiri, masing-masing perlu untuk terus berimprovisasi..kunjunga balasan nih mbak, thanks share nya
bagus postingannya,bermanfaat sekali buat kami
berguna bgt artikel2 disini ya…