“Papa…mamaaaa… adik nakal !!!” Hoaa… dan ter dengar keduanya menangis. Yang satu menangis karena tidak boleh pinjam, yang satu menangis karena tas bonekanya dipatahkan.
Papa dan mama yang saat itu berada di dapur segera lari ke depan dan melerai mereka. Setelah diberi sedikit penjelasan dengan bahasa anak, keduanya akhirnya ’setuju’ untuk bermain sendiri-sendiri.
Hati anak kecil yang polos
Tidak lama setelah papa dan mama kembali ke dapur lagi, terdengar keduanya sudah bernyanyi bersama dan tertawa-tawa. Membawa bola basket kecil bersama-sama sambil diangkat keatas.
Hal ini bagi papa cukup mengherankan karena tas boneka yang rusak itu adalah salah satu boneka kesayangan si kecil. Tidak ada rasa marah lagi, tidak ada dendam atau sikap memusuhi. Yang ada hanya sikap bermain dan bersukacita lagi bersama-sama.
Jadi teringat akan salah satu artikel yang pernah papa baca…yang intinya: belajarlah dari hati anak kecil yang polos dan murni.
Namun ada juga celetukan begini… seorang muda memiliki idealisme yang murni, semakin tua biasanya idealismenya mengarah ke idealisme ekonomi keluarga. Heheheh bisa aja tuh. Tapi kalau dipikir-pikir mungkin ada benarnya juga ya?
Semoga para pemimpin bangsa kita yang dilantik punya idealisme yang tetap murni
(…lho kok dihubungkan ke sana ya? )
Baca juga:
- Pentingkah video bayi atau foto bayi anda?
- Belajar menghargai anak dan segala keributannya
- Sudahkah Prinsip Dasar Ditanamkan Pada Anak Anda?
- Sobat, apa arti liburan bagi anda ?
- Taukah Anda Tempat Wisata Bahari Lamongan?
Kata kunci lain artikel ini:
Tags: hati anak
Hehehe…idealisme sering luntur oleh tuntutan diri sendiri yang bersifat duniawi
Pada anak kecil, tuntutan itu tidak ada karena sudah dicukupi oleh orang tuanya.
Jadi kayaknya kita (atau saya ya?) yang sudah dewasa ini, harus pandai-pandai ‘menahan’ tuntutan duniawi agar idelaisme tidak terpinggirkan oleh godaan materi…
Seandainya saja pesan dirimu ini didenger dan dilakukan sama pemimpin2 negeri ini
Salam
Belajar memang bisa dari mana jua
iyaa paling seneng liat anak2 abis berantem cepet banget mereka lupa
yah, semoga para pemimpin bangsa kita yang baru saja dilantik itu membaca blog anda….hahaha
Anak-anak memang masih murni pikirannya, jadi memang bawaannya begitu. Mudah memaafkan. Bedanya sama orang dewasa, sudah banyak tuntutan dan beban hidup sehingga keegoisanlah yg lebih maju ke depan….
Memang seringkali seorang anak bisa memberikan kita pelajaran yang bermakna
2bintangtimur: saya yakin anda bisa menjadi bintang deh
2Aribicara & vany: iya..btw, kalau anda jadi pejabat jangan lupa blog ini ya… hehehehe
2zee: tul… btw anak juga bisa ngeblog ya
Hehehe ternyata anak bisa kasih kita pelajaran juga ya
—
Coba free hosting = http://fshort.com/freehosting
ada juga free domain = http://fshort.com/freedomain
Makanya Tuhan bilang agar kita selalu belajar dari anak kecil ya P&M…
Tulus murni…
btw soal idealismenya saya setuju 100% deh hehehe
Belajar imbal-balik, anak belajar dari ortu dan ortu juga belajar dari anak ..
Salam. 8-)
iya bener lo mam..pap..
Nina nino itu suka bertengkar.. rebutan maenan ato makanan..
Tapi ga’ lama uda baekan lagi.. hehehe.. lucu deh..