mengajar-anakMengajar anak bertanggungjawab bukan hal yang susah, namun sering kita lupa. Cara sederhana untuk mengajar agar anak punya tanggungjawab sendiri diperlukan kesediaan papa dan mama untuk support baik secara fisik maupun mental.

Suatu hari ketika pulang dari supermarket, kami lupa mengambil kaos kaki di counter penitipan dan yang lebih parah ternyata nomor penitipannya dihilangkan oleh si kecil. Sebenarnya ada rasa malas untuk kembali, karena selain sudah malam, mesti mencari nomor tersebut di sela-sela rak supermarket - yang belum tentu ketemu. Namun karena kami ingin anak kami bertanggungjawab setiap benda yang dipercayakan kepadanya, kami pun kembali ke supermarket lagi.

Ulangi pelajarannya, jelaskan tanggungjawabnya dan dampingi

Bila si kecil melakukan kesalahan, jangan di marahi langsung, coba di tanya apa duduk persoalannya. Ulangi kembali aturan yang anda berikan, berusahalah untuk menjelaskan dalam bahasa yang dimengerti mereka. Pisahkan mana yang menjadi tanggungjawab orang tua, si anak itu sendiri dan tanggungjawab baby sitter atau pembantu.

Setelah si anak mengerti, ajak mereka untuk menyelesaikan bersama anda. Waktu itu kami juga mendampingi si kecil mencari nomor penitipan di antara rak-rak di supermarket. Harapan kami dengan kegiatan ini kelak dia akan lebih ingat bila memegang barang yang menjadi tanggungjawabnya.

Karena tidak ketemu, kami ajak si kecil berkata pada penjaga penitipan barang untuk menjelaskan kehilangan nomor. Penjaga juga mengatakan kalau tidak boleh mengambil barang bila nomor hilang dan perlu membayar ganti rugi kehilangan nomor tersebut.

Sebenarnya papa dan mama kasihan juga lihat muka si kecil waktu itu,pasti takut deh… telapak tangannya dingin :) sekali. Kami berdiri disampingnya dan mengajak si kecil untuk mencari satu kali lagi.

Singkat cerita nomor itu diketemukan sendiri olehnya, mukanya langsung ceria dan tersenyum sambil mengangkat nomor itu tinggi-tinggi.

Bila anda bertanggungjawab dalam hal-hal kecil, kelak akan diberikan hal-hal yang lebih besar, hal-hal yang mampu untuk anda pegang dan kerjakan dengan sungguh-sungguh.

Dalam perjalanan pulang kami mengulangi lagi pelajaran hari itu, papa dan mama berharap semoga pelajaran kecil ini boleh mengajar anak kami untuk menjadi pribadi yang bertanggungjawab dalam hal yang kecil sekalipun.

Semoga anda juga demikian!

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags: , ,

16 Responses to “Cara sederhana mengajar anak bertanggung jawab”

  1. anny says:

    Setuju banget, sikap tanggung jawab perlu ditanamkan pada anak sejak dini, diajarkan menurut kemampuan nalarnya :)
    Nice pa, ma

  2. mamah aline says:

    pelajaran yang bermanfaat untuk hidupnya,menanamkan tanggungjawab dimulai sejak dini

  3. JR says:

    wakh caranya sangat bijaksana dan lengkap…makasih yah

  4. gusthy says:

    satu pelajaran dari papamama yang akan jadi bekal nanti…
    makasih

  5. bintangtimur says:

    Tanggung jawab yang diajarkan dari kecil, akan melekat pada kepribadiannya…
    Hanya satu yang dibutuhkan oangtua untuk mengajarkan tanggung jawab ini…hehehe…kesabaran untuk mendampingi si kecil :)
    Eh, satu lagi deng, konsistensi kita juga memegang peranan penting agar si kecil mempunyai panutan yang tepat untuk belajar bertanggung jawab… :P
    Matur nuwun, komentarnya kepanjangan deh… ;)

  6. Aribicara says:

    Waktu kecil aku dikenalin tanggung jawab yg paling aku inget adalah sehabis pulang sekolah, wajib menggembala kambing :)

    dan tanggung jawab itu ak jalanin sampai kelas 3 SMU :D

  7. Jadi ingat, saya pernah dimarahi gara-gara saya menghilangkan kue waktu jalan-jalan ke pasar mebel. Yang saya takutkan waktu itu, ibu saya memarahi saya karena saya baru saja membuang uang. Dan ternyata ibu saya memang memarahi saya, di hadapan umum. Rasanya terluka sekali.

    2vicky: Papa disini juga punya pengalaman dimarahi waktu habis dibelikan mainan karena hilang 1 biji, tapi setelah tau rasanya cari uang sendiri dan jadi seorang papa, barulah mengerti kenapa dulu dimarahi abis. Mungkin tidak ada maksud ibu anda melukai anda, yang pasti seorang ibu ingin anaknya menjadi dewasa dan bahagia.

  8. mr psycho says:

    hmmm…sungguh mendidik, bro n sis, dan happy ending ya, memang walau terlihat sederhana, namun masa2 pertumbuhanlah yg paling penting untuk menanamkan rasa tanggung jawab agar nanti menjadi pribadi yang berjiwa besar

  9. zee says:

    Hueh ini jadi pe-er untuk saya dalam mendidik anak sejak kecil.

  10. julie says:

    keren keren
    anak pasti akan menyerap lebih banyak dari papa dan mamanya bukan dari lingkungan luar

  11. barajakom says:

    wah blognya keren ya, berkunjugn ke blog sekeren ini bisa membuat aku ikutan keren, aku numpang keren ya sob, maksi…

  12. suarahatiku says:

    Kalo pengalamanku, si kecil di rumah agak susah kalo disuruh beresin barang2nya habis bermain, akhirnya aku pernah hukum dengan menyembunyikan mainannya, juga pernah ketika dia minta dibelikan mainan baru, aku tidak langsung kabulkan, aku bilang aku akan belikan asal dia berjanji setiap abis bermain dia harus membereskan sendiri…skarang udah agak lumayan sih…

    2suarahatiku: terima kasih sudah berbagi, semoga sharing ini berguna juga buat papa dan mama yang lain

  13. Trick yang oke P&M :)
    ah kutipan kata2 tersebut memang pas.. setida dlm perkara kecil :)

  14. mamarizkiazka says:

    Makacih lagi. Mo ikutan ah biar ga langsung marahin si kecil

  15. kaospadusi says:

    tips yang bermanfaat …
    izin share ya ..
    terima kasih …
    kaospadusi.com :-bd

  16. obat tradisional kanker hati says:

    thanks banget ,bagus artikelnya

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D =)) :-? :-bd :D/ =D) :] :(|) ~O) ):D( :-j :)) :-?? more »