agar-anak-rajin-belajarBanyak papa dan mama mengeluh dan bingung mencari cara agar anak rajin belajar. Rajin belajar? Coba anda ingat-ingat ketika anda masih kecil, apakah anda sendiri juga rajin belajar? :) Apakah anda juga langsung menurut begitu disuruh untuk belajar oleh papa dan mama?

Pertanyaan diatas merupakan satu input balik agar kita sebagai papa dan mama tidak menekan terlalu keras pada anak untuk rajin belajar. Ingin anak rajin belajar itu baik, tapi pahamilah dan sadarilah juga kalau anak anda juga seperti anda waktu kecil dulu.

Nah, bagaimana cara sederhana agar anak rajin belajar?

Mulai segala sesuatu dengan pikiran

Dalam sebuah seminar, pembicara mengatakan kalau sebuah karakter atau sifat, misalnya sifat yang rajin belajar, itu tidak otomatis terbentuk. Semua anak dilahirkan sama, dari bayi, belajar berdiri, belajar berjalan, belajar berbicara, belajar membaca dan akhirnya mereka sekolah. Semua sama.

Yang berbeda adalah bagaimana mereka menghabiskan waktu 24 jam sehari itu.

Dimulai dari pikiran, dilakukan setiap hari sehingga menjadi kebiasaan dan kebiasaan itu menjadi karakter seseorang.

Anak kami suka melihat princess, dia ingin menjadi seperti princess. Papa dan mama memberikan masukan tiap saat, “Princess itu pintar membaca, pintar menulis, kalau ditanya jawabnya cepat dan keras”. Satukan keinginan anak anda dan keinginan anda, ucapkan sesering mungkin pada anak anda karena disitu pikiran mereka dibentuk.

Pelajaran dari les matematika

Kami mendapatkan konfirmasi tentang cara agar anak rajin belajar ini dari sebuah les matematika anak kami yang setiap hari memberi PR. Setelah bertanya dan konsultasi dengan guru pembimbing les tersebut, tujuan PR itu bukanlah untuk menjadikan anak itu pintar dan hafal, tapi lebih mengarahkan pada kebiasaan tiap hari mengerjakan PR.

Kebiasaan tiap hari mengerjakan PR itu yang kami ingat. Memang tidak mudah pada awalnya. Anak kami juga mengeluh capek, ngantuk dsb kalau disuruh kerjain PR, namun sebagai papa mama teruslah mendorongnya. Kami memberikan point, “Oh, kamu sudah pintar 1 kali ya” bila dia mengerjakan PR hari itu… “Bila pintar sampai 10 kali, nanti papa dan mama belikan boneka”, beri penghargaan.

Setelah terbiasa dengan 1 PR matematika, kami menambahkan PR membaca tiap hari, beri point juga dan beri reward juga. Sekarang PR anak kami menjadi matematika, membaca, menulis dan itu dilakukan setiap hari.

Perlu kesabaran dari papa dan mama dalam membimbing anak melewati masa-masa bosan dan masa-masa jenuh. Beri sedikit PR bila anak mengalami masa itu, bukan tidak ada PR, tapi sedikit PR.

Tips tambahan dari:

  • bintangtimur.blogdetik.com:  “Papa dan mama ikut juga memegang buku atau koran disekitar anak”. Tentu ini akan menciptakan ’suasana’ belajar di dalam rumah.

Thanks bintangtimur.

Ada tips lain agar anak rajin belajar? Share bersama kami agar berguna bagi papa dan mama yang lain.

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags: , ,

60 Responses to “Cara sederhana agar anak rajin belajar”

  1. bintangtimur says:

    Tips agar anak rajin belajar, orangtuanya juga harus ikutan pegang buku atau baca koran disekitar anak belajar… :)
    Dulu mbak, waktu anak saya masih SD…
    Begitu duduk di bangku SMP sih, dia sudah bisa belajar tanpa didampingi karena sudah punya tanggung jawab untuk mendapat nilai yang baik, plus award kalau prestasinya cemerlang :P

  2. papadanmama says:

    tambahan yg bagus ‘orangtua ikutan pegang buku saat anak belajar’, jadi dia merasa ‘mama ternyata hrs belajar jg spt saya’

    hehehe…thx for ur sharing mbak :D

  3. fandhie says:

    apakabar???
    maaf nih lama ga berkunjung… lg ga ada waktu berblogging ria :)
    rupanya papa dan mama masih konsisten ajaa :)
    salut

  4. depz says:

    mampir kesini memang selalu memberi informasi dan tips2 penting
    :)

  5. zee says:

    Saya suka baca trik2 mengasuh anak seperti ini, jd bisa dipraktekkan langsung sama anak di rumah.. :)

  6. elmoudy says:

    hal yang paling penting memang membiasakan atau menanamkan
    spirit belajar dan bermain. Dua itu saja yang ditanamkan. Bel;ajar apa aja, dan bermain apa aja… yang arahnya memang membuat anak menjadi lebih mengerti tentang kehidupan..

    mungkin seperti itu.. :)

  7. perigitua says:

    haddiirrr…..

    setuju sekali utk tipsnya…. saya juga mempraktekannya… biarpun koran harian pagi hanya bertahan paling lama 2 jam…. sebelum habis di’baca’ oleh afra….
    hehehhe…

    cu….

  8. yangputri says:

    gimana kalo anaknya keras kepala gak mau belajar..??? apa harus di sabet dulu ya…. ??? hehehehehehe

  9. achoey says:

    Semoga segera bisa mengaplikasikannya
    Makasih infonya

  10. gusthy says:

    belum bisa ngasikan tip karena belum punya hhehehehe….
    di simpan dulu infonya..
    makasih papamama

  11. dedi says:

    wah…

    mantab infonya :D

  12. matanaga says:

    perlu di terapkan sama anak2 nih?
    kalo masalah hadiah boneka itu.. bisa ketagihan dong dan bisa merong-rong ortu??

  13. nA says:

    Saya kok agak2 antipati ama sistem pdd di negara kita.. Kadang2 tbsit pengen program homeschooling aja. Any suggestion papamama?

    • papadanmama says:

      buat nA: Pendidikan memang sebaiknya orang tua ikut berperan, jangan diberikan sekolah saja. Home schooling itu bagus juga, yang perlu anda pertimbangkan adalah apakah anda bisa konsisten dan persisten dengan anak-anak anda.

      Note, buat yang cari sekolah plus dsb…coba amati dan tanya detail ‘plus’ nya itu apa sih? :) Galilah lebih dalam semua informasi.

  14. astuti says:

    anak saya sekarang berusia 2,5 th, saya merasa dalam mendidik nya itu terlalu keras karena anak saya sangat susah bila diatur. terkadang saya harus membantahnya dengan suara yang sangat keras. saya juga sering melarangnya dengan suara lembut tetapi tetap tidak digubris. bagaimana cara saya untuk memberitahukan pada anak saya bahwa itu tidak boleh untuk dilakukan? apa yang harus saya lakukan?????

    • papadanmama says:

      buat Astuti: Pada anak-anak usia 2-4 ada masa dimana ego mereka muncul, mereka sudah punya keinginan sendiri dan terkadang susah diatur. Diajak omong tidak ngerti, dimarahi terkadang si kecil ikut marah juga :). Disini anda berusahalah untuk bertoleransi, bila sudah terasa tidak bisa menahan marah, coba minta tolong dengan orang rumah agar si kecil di pegang, anda masuk kamar untuk menurunkan emosi dulu.

      Untuk anak usia 2-3 memang agak susah karena mereka belum ngerti benar. Selain melarang dengan bahasa yang mereka tau, cobalah mengalihkan perhatian dengan mainan yang lain.

  15. Karnilasari Bmt says:

    oke bnget tips-nya… emang jd knyataan koq, kr sy uda mencobanya. Ternyata bukan anak ga mau blajar tp disiplin & rutinitas ortu mengajak anak blajar sjak dini (bayi ato batita), meski hnya 10 menit. Kalo uda terbiasa, maka mereka yang akan mengajak kita blajar. Kalo anak terbiasa main aja di usia batita maka saat skolah dia sulit membiasakan diri untuk belajar. misal bermain sambil blajar. Ajak anak menghitung mobil-mobilan yg dia punya, mulanya kita yg menghitung, kemudian kita suruh anak hitung sendiri. Untuk yg uda s.d, kita wajib mendampingi anak mengerjakan p.r, supaya kita jg tau materi apa yg telah dipelajari anak. Pokoknya mama papa sekarang kudu rajin & ikut belajar loo… Kalo ndak mau ikutan belajar ntar kita yg diajarin anak & kita tdk akan pernah tau anak kita bisa ato tidak materi yg diajarkan gurunya. he.he.he… Kasihan kan, mama papa zaman skrg????

  16. mery says:

    Saya mau tanya saya punya anak 8 tahun masuk kelas tingkat SD II tambah hari tambah malas belajar , yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan belajar anak itu dalam arti belajar dari kemauannya sendiri tanpa harus dipaksa. Tolong dijawab trik-triknya gimana kami sebagai orang tua.Terima kasih.

    • papadanmama says:

      2 mery: Sebagai orang tua wajar bila kita ingin anak bisa belajar tanpa dipaksa. Itu memang dambaan setiap papa dan mama deh. Untuk penanganan setiap anak berbeda-beda, anda mesti tau sifat anak ini (baca buku: Personality Plus) dan apa kesukaannya.
      Contoh : anak yang memiliki sifat korelis, salah satu cirinya adalah sifat yang tidak mau kalah, maka pada saat dia mendapatkan tantangan atau saingan, maka ’semangat’ juang nya akan timbul. Anda bisa mulai dari sini.
      Namun untuk sifat plegmatis, sifat anak yang suka mengalah, pendiam, cenderung pemalu, maka bila mendapatkan tantangan atau saingan, tidak akan menggerakkan dia untuk maju. Anak seperti ini lebih senang dan mau maju bila ada ‘teman’ yang mendorong dan mendampingi dalam menghadapi masalahnya (catatan:ada 4 sifat dasar)

      Kedua sifat diatas bisa dipadukan dengan kesenangan mereka, contoh: Bila anak anda senang melihat film princess - seperti anak kami - anda bisa cerita sedikit tentang princess itu kepada anak anda dan katakan kalau princess itu hanya mengerti bahasa Inggris. Nah, agar Princess mengerti yang kamu katakan, belajar bahasa Inggrisnya yang rajin :) itu yang sering kami lakukan

      Semoga membantu

  17. sisl says:

    saya punya anak 3 semuanya cewek anak saya yang pertama umurnya 12 tahun susah sekali untuk belajar dia hobi sekali nonton tv atau dengarin nyanyi kalau saya tegur dia marah beda dengan adiknya kalau adiknya tergantung mutnya kalau dia lagi mut baru dia belajar, bagaimana ya cara mengatasinya. trims

    • papadanmama says:

      2 sisl: Bagi anak remaja, posisikan diri papa dan mama sebagai sahabat/teman dan kenali bahasa kasihnya. Tujuannya agar anak makin sadar bahwa papa dan mamanya itu sayang pada mereka. Ajaklah pasangan anda/suami untuk mengatakan kalau mama itu sayang kamu dan beri contoh (waktu kamu kecil, mama dulu pernah nangis waktu lihat matamu itu juling, padahal itu hanya juling semu - tapi karna belum tau, jadi sedih banget)

      Terkadang kita perlu pihak ke 3 untuk memberitau anak akan hal ini, bisa juga lewat buku, film atau orang yang mereka segani.

      Bila anak sadar, oh…mama sayang aku ya, barulah anda bisa ‘masuk’ untuk memberi nasihat dan beri tau tujuan nasihat anda, bila anak membantah cobalah untuk melihat dari sisi mereka agar anda bisa memberikan pengarahan lagi dengan tepat.

      Semoga membantu

  18. dista wikan says:

    saya anak smk kelas 3
    saya heran semangat belajar saya sekarang ini kok malah
    turun drastis bgt yach,,
    padahal waktu kelas 1 smk saya rajin belajar dan tidak maw kalah ma teman,,
    minta tolong donk kasih tau cara yg simple bwt saya agar saya
    punya niat yg tinggi dalam belajar
    terutama matematika dan bhsa inggris,,

    tolong yachhh ,,

    thank’s

    • papa says:

      Halo Dista :) Salam kenal,
      Kebetulan sekali papa dan mama paling senang ama komputer, matematika dan bhs Inggris.
      Nah, biar semangat belajar… Dista mesti cari motivasi yang cocok buat Dista sendiri… Eh, papa dan mama ceritain ya…kalau besok Dista kerja dan ditugaskan ke luar negri… nah mesti bisa tuh yang namanya bhs Inggris. Selain tugas, tentu disana bisa jalan-jalan dan shoping :D
      Untuk kenalan dan cari relasi buat teman atau bisnis juga perlu bhs Inggris.
      Cara ter-enjoy belajarnya dari lagu bhs Inggris… banyak tuh… mulai aja dari jenis musik yang Dista sukai, misal lagunya Bon Jovi, Celine Dion atau kalau perlu cari lagu anak-anak tuh… :) tujuannya adalah untuk menambah kosa kata.

      Cara lain yang pernah papa dan mama terapkan itu cari kenalan atau chat dengan orang luar pake bhs Inggris. Nah, yang satu ini bisa bikin keringat dingin deh… tapi seru ! Gak usah kasih identitas detail, sebatas chat aja.

      Untuk matematika dan pelajaran lainnya, coba gabung dengan teman-teman yang rajin (tidak harus teman yang pintar) terus belajar bersama. Yang terpenting adalah cari motivasi dulu, cari kenapa Dista mau belajar ini itu?

      Kalau belum ketemu motivasinya, coba cari atau lihat ke orang yang Dista kasihi…
      Terkadang papa dan mama juga merasa jenuh dalam bekerja, namun kalau melihat foto anak-anak, semangat kami untuk bekerja dapat timbul lagi.

      Coba lihat ke papa dan mama Dista yang bekerja keras buat sekolah Dista. Kalaupun terkadang ditempat kerja mungkin mereka di marahi atau mendapat hal yang tidak enak, biasanya papa dan mama tidak akan cerita ke anaknya. Istilahnya…orang tua itu bersedia memberikan ‘punggungnya’ untuk dapat memenuhi kebutuhan buah hati mereka.

      Tetap semangat ya Dista!

  19. Bitha Prizky says:

    Tips supaya anak rajin belajar, yaitu:
    -Katakan pada mereka”Sayang, kalau kamu rajin belajar nanti Mama dan Papa kasih hadiah,lho” misalnya, supaya anak mau belajar
    -Temani anak saat belajar, misalnya sambil menunjuk bacaan yang sedang dibaca anak” Nak, ini namanya apa, yo”misalnya.

    Sampai segitu aja, maaf ya tipsnya cuma sedikit @};- :-h

  20. Bitha Prizky says:

    Papa dan Mama, semoga balas pesan dariku ini!
    GBU. ):D( B-) =; :D :-bd

  21. Kak Zepe says:

    Hai… saya Kak Zepe.
    Saya punya koleksi dongeng dan lagu-lagu anak yang memiliki nilai pendidikan.
    Lagu-lagu dan dongeng2 saya sudah banyak digunakan oleh Guru2 Paud dan TK.
    Anda bisa meng-upload gratis dari internet.
    Silakan klik:
    http://www.lagu2anak.blogspot.com
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  22. dian says:

    Hi… salam kenal aq tertarik bgt ma tipsny aq mo nanya nich anak aq umurny 5th dah tk b thn dpn mo msk sd aq ad rs was” tkt dia g mampu scra emosional tp dia dah bs mengerjakan pekerjaan sederhana ky makan sndiri mandi dan pk baju sendri trus ky ngelap meja dan brsin mainan sndiri dia dah bs baca menulis dan berhitung dia g pnya adik d rmh cm ma aq aja trus jarang maen keluar dia lebih sk nonton tv (nonton film kartun)atw main sndiri,, gmn yah crnya biar aq tau dia siap atau engga msk sd thn dpn (ntar pas msk sd umurnya 5,8th) makasih

    • papadanmama says:

      halo Dian, salam kenal… wah anaknya udah termasuk pintar tuh… masih TK B udah bisa itu semua, pasti mampu deh.
      Yang perlu dilatih itu cebok sendiri setelah b.a.b, karna anak SD kelas 1 biasanya masih bingung untuk urusan ini.

  23. myun says:

    terima kasih postingannya ya..

  24. karlina says:

    aku lebih giat bljr lg

  25. Gimana kalau dikasih tantangan berupa reward ? Misalnya “Kalau belajar yang rajin dan nilainya bagus2 nanti dikasih hadiah …”
    :)

  26. bubit says:

    Teori tak semudah kenyataan, lebih baik pendekatan disesuaikan dengan sifat dan karakter anak. Yang tahu siapa? Orangtua masing-masing. Selalu menanamkan prinsip belajar itu manfaatnya untuk diri sendiri bukan untuk orang lain bahkan bukan untuk kita orangtua mereka. Contohnya ketika ibu sedang memasak libatkan mereka entah hanya untuk mengupas bawang atau mencicipi. Lalu ketika waktu makan tiba beri dia pujian di depan ayah atau anggota keluarga yang lain “Adik tadi pintar bantu ibu. Sayur ini bawangnya yang kupas adik lho.” Pujian yang tulus adalah hadiah juga. :-??

    • admin says:

      Betul bubit, teori perlu dipelajari dan yang terpenting tekun (sabar dan terus-menerus) untuk action / praktek.

  27. Jessica JC says:

    Hi..Lam kenal,anakku usianya 6,5 th skrg dudu di kelas 1SD.Anaknya senang sekali bercanda, ngobrol.Saya sdh berulangkali memberitahukan bahwa pekerjaan disekolahnya harus diselesaikan di skul juga,bila ada PR dicatat.Tapi tiap hari selalu saja terulang, pekerjaan skul ga selesai karena kalau nulis dia lambat sekali krn kebanyakan ngobrol dan tiap habis nulis satu kata istirahat/pun bicara pd temannya.Hal ini membuat saya kadang tak bisa menahan emosi. UNtuk itu, saya minta bantuannya bagaimana cara mendidik anak yang seperti itu,krn bila saya diamkan saja dia kan ketinggalan matapelajaran, tp bila di marahi saya kasihan juga pulang skul panas2 kena amarah saya.
    Thanks ya

    • admin says:

      Halo Jessica, wah sama deh dengan anak kami, suka cuap cuap sampai ketinggalan ya….

      Dulu kami pikir dengan memarahi, mengomeli dan menghukumnya akan membuat dia kapok, ternyata tidak juga, ternyata kami salah.
      Dari sisi orang tua, ingatlah bahwa anak anda saat ini membutuhkan anda sebagai pendukung dan pembimbingnya.
      Karena tidak ada orang lain yang lebih peduli selain anda sendiri kan?
      Saat ingat ini, papa dan mama juga lebih mudah bersabar pada si kecil…

      Lalu kami mulai bertanya, kenapa dia bicara hingga tidak selesai…. dan kami memberi nasihat. Berapa kali? Wah banyak ma… kita sebagai orang tua mesti sadar bahwa nasehat itu hanya bertahan sebentar… dan mesti diingatkan lagi.

      Oya… kalau menasihati anak, katakan dengan pelan-pelan, karena ngomel melulu tidak akan membuahkan apa-apa, cuman melampiaskan emosi orang tua saja. Katakan juga bahwa “mama itu sayang kamu, makanya masih dibantu, masih di urusin ini itu, disuruh kerjain PR”

      Ada kalanya, saat dia tidak mengerjakan PR dengan cepat, kami tidak membantu sama sekali, tapi mendampinginya. Usahakan tidak mengomel karna akan menambah stress anak. Tapi kami melihat situasi besok juga, bila pelajaran tidak terlalu berat… maka kami biarkan dia menyelesaikan sampai malam, bahkan pernah kami dengan sengaja tidak membantunya sehingga esok dia di hukum karena kesalahannya sendiri.

      Hukuman dari guru lebih diingat anak. Bagi anak SD saat tersulit adalah kelas-kelas ganjil, kelas 1,3,5. Apalagi kelas 1 adalah perpindahan kebiasaan dari TK yang banyak bermain daripada belajar menjadi banyak belajar daripada bermain.

      Sabar ya ma… si kecil itu tidak punya siapa-siapa lagi, selain anda… itu yang papa dan mama ingat selalu dan itu memberikan kekuatan bagi kami untuk lebih sabar membimbingnya.

      • kadek says:

        anak saya 14 tahun kelas 3 smp,sekarang sudah mulai bolos sekolah,pergi pakai seragam sekolah, tapi tidak kesekolah,
        bagaimana mengatasi anak mau tumbuh remaja ? tolong tip nya dong ?? thanks :-bd

        • admin says:

          Dear Papa Kadek,

          Salah satu kenyataan yang para orang tua mesti ketahui adalah kita tidak bisa kontrol semua kegiatan anak kita.

          Kadang memang kita sbg papa dan mama sering kuatir…
          waktu kecil kuatir anak jatuh
          waktu remaja kuatir anak jatuh dalam pergaulan tidak sehat
          hingga mereka dewasa, kadang kita juga kuatir mereka ‘jatuh’ dalam kehidupannya

          Bagi anak yg sudah tumbuh remaja, perlu juga papa dan mama lihat aspek rohani anak.
          Sebagai warga Indonesia yg berkeTuhanan, kita percaya bahwa Yang Diataslah yg akan menjaga anak kita, namun kita juga perlu menjadi role model atau contoh baginya.

          Coba dekati anak dari sisi rohani, bila ada camp atau retret atau refleksi keagamaan anda, ikutkan juga si kecil.
          Tentu kita juga mesti ikut aktif dan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.

          Banyak anak yang papa dan mama temui setelah kegiatan camp/retret/refleksi keagamaan menjadi lebih baik.
          Anak yg dulu suka marah jadi lebih sabar, anak yg dulu suka nonton video porno pun menjadi sadar bahwa itu tidak baik.

          Bila kesulitan untuk mengajaknya bergabung, cobalah cari teman sebaya yg mau menjadi teman dalam kegiatan rohani tersebut.

          Bertekun, bersabar dan berdoalah buat anak2 anda,
          karna seorang papadanmama adalah benar-benar menjadi penopang bagi seorang anak,
          baik penopang jasmani ataupun penopang rohani bagi mereka.

          Maju terus Papa Kadek…

  28. Icha says:

    Hai, aku adalah anak SMP kelas 2… Aku bingung ni kayak mana buat aku menjadi pintar,,, aku pingin banget menjadi anak yang pintar dan berprestasi di sekolah agar orang tua aku bangga,,, please sarannya ya,,

    • admin says:

      Halo Icha, wah senang bertemu denganmu, pasti papa dan mama kamu senang punya anak seperti kamu karena sudah mulai memikirkan tentang masa depanmu sendiri.

      Icha… untuk mau pintar mesti ada yang dikorbankan, misal waktu bermain dulu 2 jam, menjadi cuman 1 jam.
      Untuk mata pelajaran yang bersifat hafalan, cobalah membaca tiap hari dengan gerakan agar mudah masuk.
      Untuk pelajaran ketrampilan, mesti latihan tiap hari.

      Sebelum belajar, berdoalah dulu, karena semuanya itu berasal dari Yang Diatas sana :) Bila kesulitan, ceritakan sejujurnya pada papa dan mama kamu, pasti mereka akan senang.

      Selamat belajar Icha, kami akan berdoa juga buat kamu ya…

  29. rara says:

    HAI AKU RARA,aku ingin banget menjadi anak yang pintar dan berbakat,agar mama papa bangga gimana sich caranya?? :-bd dan klo nerima rapor mama papa tidak ngomel2 lagi :-*

    • admin says:

      Halo Rara… kalau mau pintar, belajarnya tiap hari biar ringan, kalau belajarnya hanya sebelum test pasti berat.

      Biar tidak malas, Rara pikir besok mau jadi apa? Misal mau jadi dokter gigi… nah kalo jadi dokter gigi juga mesti pintar bahasa Inggris, pintar Matematika juga… coba tanya ama dokter gigi Rara deh.

      Atau kalau ingin jadi penjual kue atau penjual baju… nah itu juga mesti pintar Matematika lho… ntar kalo ada yang beli banyak di kasih uang banyak kan mesti bisa hitung tuh…. coba tanya ama saudara Rara, paman atau bibi deh…

      Dan jangan lupa berdoa ya… biar punya semangat terus untuk belajar

  30. tika says:

    aku benci mama papa,karna sllu memarahiku,karna nilaiku jelek :] =)) :(|) ~O)

    • admin says:

      Halo Tika… semua mama dan papa ingin anak-anaknya pintar, termasuk mama dan papa Tika.

      Kalo masih di omelin gak apa, berarti mama dan papa masih peduli ama Tika… kalo anak orang lain, pasti gak di omelin deh… ya kan?
      Coba perhatikan…. kalo ada teman Tika yang nilainya jelek…meskipun kenal mama dan papa Tika… masak dia dimarahi oleh mama dan papa Tika?

      Sekarang coba Tika cari cara biar bisa belajar tiap hari, karna belajar tiap hari meskipun sebentar, itu lebih ringan dan bisa bikin pintar lho

  31. nanda says:

    aku mencintai pacarku karna dia pintar :-bd :x :o3 :P <:-P I-) @};-

  32. amel says:

    adek saya sulit klo di suruh belajar, klo di suruh bljar dia lgsng marah ,, dan dia blm bsa hafal perkalian . gmna cra nya? :-??

    • admin says:

      Halo amel, wah ini kakak yang baek ya… kalo mau bantu adek belajar bisa dengan ajak dia main sekolah-sekolahan.
      Kamu jadi murid, dia jadi gurunya… nah daftar angka perkaliannya kamu kasih dulu, jadi biar dia yang membaca
      2 x 1 = 2
      2 x 2 = 4
      dst
      Nah, terus gantian… kamu jadi guru dia jadi murid dengan daftar perkalian yang sama
      Jadi udah dibaca 2 kali kan?

      Cara lain adalah ciptakan suasana belajar bersama, jadi saat adek belajar, kamu ikut pegang buku sekolah juga
      Jadi dia juga mengerti, o o ternyata semua harus belajar ya…

      Yang terakhir, saat kamu berdoa… doakan juga agar si adek rajin belajar :)

  33. amel says:

    gmna cara nya agar adek ku rajin blajar ,, dan mudah menghafal perkalian?? :-bd

  34. rafty says:

    Thx infonya,sekalian saya mau numpang promo,grosir tas boneka,tas wanita,dll.info selengkapnya bisa dilihat di grosirbonekamurah.co.cc ato hub via email di sulistiyono_raficol@yahoo.com untuk mendapatkan pin bb,terima kasih

  35. ayni says:

    hallo,salam kenal
    saya punya anak umurnya 6 tahun cewek kelas 1 sd dan adiknya 10 bulan. anak saya yg pertama ini sukanya berbantah trus tiap saya kasi tau kadangan amarah saya sampai ke ubun2 gak suka belajar kalau ditanya knapa tidak belajar selalu dibilang kecil itu tu buk bisa aku jawab soal2 dr ibu guru kalau disuruh ngerjai pr selalu mepet2 waktunya bsok kumpul baru malemnya dikerjai trus sring becandai adiknya sampai nangis diplintir tangannya, kepalanya pokoknya sampai saya jadi darah tinggi. Bagaimana cara saya supaya anak saya ini patuh pada orang tua tidak suka berbantahan yang bisa dimengertinya, karena dgn ngomong halus kayaknya gak masuk dipikirannya.tolong ya inputnya???

    • admin says:

      Mom Ayni yg lagi bingung…

      Dalam berkeluarga, kesabaran adalah salah satu hal yang mesti di pikul oleh papa dan mama, termasuk saya :) Kesabaran mesti dilatih, cobalah banyak berdoa dan berpuasa untuk itu.

      Sebenarnya bila kita marah saat anak seolah-olah menentang, itu bisa menjadi koreksi bagi diri kita.
      Apakah kita ini orang tua yang otoriter yang tidak boleh dibantah?
      Atau apakah kita ini orang tua yang tidak mau repot dan ingin segala perintah kita cepat dilakukan anak?

      Cara termudah dalam menghadapi anak2 adalah memberikan pendampingan bukan menyuruhnya menyelesaikan tugas, terus kita tinggal mengerjakan yang lain lalu kembali dengan harapan tugas tersebut sudah selesai.

      Memang dibutuhkan pengorbanan waktu dari kita untuk mendampingi si kecil. Mendampingi belajar, bisa jadi kita membaca bersama buku itu dan memberikan penjelasan bila perlu. Ingat ini belajar bersama, bukan sedang diberikan kuis. Jadi jangan marah bila anak masih belum bisa.

      Untuk anak kelas 1 SD, bisa dia diajak omong. Cobalah sering duduk bersama dan bercerita prestasi atau apa yang dulu orang tua anda lakukan atau apa yang telah dilakukan papa dan mama untuk dia, TANPA mengungkit kesalahan dia. Biasanya begitu diungkit kesalahan, dia akan ‘menolak’ dan mengajukan pembelaan diri/membantah.

      Cuman perlu diingat, sampai anak kelas 4-5 SD, nalarnya masih belum terbentuk, jadi mesti sabar mengulang-ulang ajaran ibu.

      Dalam diri anak, ada diri kita 50% dan diri pasangan kita 50%. Bila itu sebuah kekurangan yang ‘menetes’ ke anak kita, cobalah untuk belajar membereskan kekurangan diri sendiri dahulu baru kita bisa mencoba untuk membereskan hal tersebut dalam diri anak kita.

      Semoga membantu dan senyumlah selalu :)

  36. tini says:

    salam kenal
    aku punya 2 anak laki-laki, yang pertama usia 7 tahun (SD) dan kedua berumur 2 tahun. Setiap aku menemani anak sulung belajar sang bungsu selalu berusaha mencari perhatianku.
    Sang Kakak tidak pernah mau belajar dengan orang lain dan adiknya juga kalau aku sedang menunggu kakaknya belajar seperti iri. aku sudah coba mengalihkan perhatian adiknya dengan menyetel tv tapi tidak bertahan lama, gimananya agar aku dan kakaknya bisa belajar dengan konsentrasi. sebelumnya terima kasih.

    • admin says:

      Dear mom Tini, kasus ini sama persis yang papa dan mama alami.
      Solusinya kami berbagi tugas, jadi bila si sulung diajarin mama, maka si bungsu diajak main papa, bukan belajar, tapi diajak bermain.
      Kalau papa tidak di rumah/kerja,bisa minta bantuan orang lain.

      Semoga membantu.

  37. Ronay M says:

    Semua orang tua pasti menginginkan anak-anak mereka tumbuh dan berkembang menjadi orang-orang yang pandai, cerdas, dan berhasil dalam kehidupan. Untuk itu, kita niscaya sepakat bahwa pendidikan adalah kunci utamanya. Dalam hal ini, peran orang tua amat penting, begitu pun peran para pendidik di sekolah. Namun demikian, banyak orang tua dan pendidik yang merasa gamang, baik tentang bagaimana cara mendidik anak dengan baik maupun dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul selama proses pertumbuhan dan perkembangan anak dan pelajar, baik masalah fisik maupun psikis.
    Artikel ini bagi saya sangat menarik dan membantu untuk para orang tua atau calon orang tua sperti saya ini hehe..
    PAPADANMAMA.COM thks baget infonya ya,,GBU :-bd :-bd

  38. maliq says:

    hai gan,, pengen nanya nih.. ane pnya ade tapi dia kalu belajar susah banget nagkap pelajarannya.. padahal udah pelan-pelan ngajarinya tpi tetep ja kaya gtu.. :(

    minta solusinya yah gan.. :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D =)) :-? :-bd :D/ =D) :] :(|) ~O) ):D( :-j :)) :-?? more »