membantu-orangBeberapa waktu yang lalu, di koran ada cerita tentang papa yang menyuruh anaknya membeli sapu pada penjaja yang berkeliling, dia dapat seharga 8000. Disuruh membeli satu sapu lagi dan oleh anak tersebut ditawar, jadi dia dapat lebih murah seharga 6000.

Dikira sudah berbuat hebat, si anak bercerita pada papanya. Tapi tak disangka sang papa marah besar ! Apa yang salah? Bukankah sudah bagus mendapatkan harga murah?

Menggerakkan roda ekonomi orang lain berarti juga membantunya agar tetap hidup

Cerita diatas itu adalah cerita saat sang papa sedang mendidik anaknya untuk membantu orang lain dengan cara membeli barang yang dijualnya. Bagi si penjual sapu, mendapatkan keuntungan plus 2000 selain membantu dalam keuangan, tentu papa dan mama percaya hari itu ia akan lebih bersemangat lagi dalam menjual sapunya.

Bukan hanya materi yang anda berikan pada seorang penjual itu, tapi motivasi dan harapannya akan timbul dengan usaha jualan yang dilakukannya.

Bila anda pernah mencoba untuk usaha sendiri, pasti anda pernah merasakan kalau penjualan pertama atau penjualan dengan profit yang lumayan  besar akan menyuntikkan motivasi yang besar bagi anda saat itu.

Bantu mereka dengan membeli yang anda perlukan

Belajar dari cerita di koran itu, papa dan mama juga berusaha membeli sesuatu yang ditawarkan seseorang yang kurang mampu. Kamipun menjadi pelanggan ketan dan tiwul yang setia dari seorang ibu yang bersepeda dengan keranjang penuh jualannya.

Bila anda tidak berlangganan koran, bila membutuhkan koran di hari Sabtu, dimana koran hari Sabtu pasti banyak lowongan, iklan dan bisnis yang mungkin berguna bagi anda… belilah koran pada anak-anak loper koran.

Dengan sengaja berbelanja di pasar tradisional atau penjual sayur keliling dan mengurangi belanja di pasar modern atau supermarket, sebenarnya anda telah membantu kehidupan ekonomi mereka, termasuk kehidupan anak-anak mereka dan masa depannya meskipun kecil.

Belajar memberi bisa dilakukan sejak sekarang, tidak harus menunggu menjadi kaya raya. Kaya dalam arti sebenarnya adalah berapa banyak anda dapat memberi, bukan berapa banyak anda memiliki untuk diri sendiri.

Memberi itu baik, memberi dengan senyum itu lebih baik :D keep smiling

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags:

39 Responses to “Cara sederhana membantu kehidupan orang yang kurang mampu”

  1. Bbrp waktu lalu, pernah masuk ke email ku tulisan yang mirip2 seperti ini, ‘n sampe sekarang tetep tsentuh dengan isinya. Saat membaca ini, rasa yang sama itu muncul.
    Benar, sandainya semua orang taw betapa indahnya memberi pastee dunia bisa jadi tempat yang sangat indah :)
    Salam kenal :-bd

  2. julie says:

    papa dan mama selain pinter bikin tips dan info yang bermanfaat juga berjiwa mulia
    salut banget :)
    keren

  3. bintangtimur says:

    Mbak, membeli pada seseorang yang berjualan barang-barang sederhana itu perbuatan luar biasa. Seklipun kita tidak perlu atau tidak ingin, tapi karena kasihan, maka barang-barang tersebut kita beli… :)
    Salut dengan isi posting ini!
    Mbaaaaak…saya sampe kagum, kok kepikiran sih buat posting dengan tema seperti ini?
    Hebat :D

  4. Ceritaeka says:

    Iya P&M saya setuju…
    Tuhan sudah memberikan kita banyak berkat, kita bagi dengan cara seperti ini tentu berguna dan menyuntikkan motivasi untuk mereka berkarya lbh lagi :)

    LIKE THIS POST

  5. vany says:

    wah, merasa tersentil membaca tulisan ini, ma…
    kadang2 saia termasuk org yg suka nawar dg harga terendah gt siyh…hihihi

  6. anny says:

    Wah…pagi pagi gini dapat pencerahan yang luar biasa dari papamama nih :)
    Betul banget, setuju banget dan saya dukung banget dengan saran dan opini papamama, bahwa dengan kita membiasakan belanja di pasar tradisional dan penjaja barang kebutuhan di jalan akan sangat membantu ekonomi mereka dan secara tdk langsung kita udah kasih dukungan moril dan materil , siip lah :)

  7. andivan says:

    duh.. jadi malu…
    maklum ibu-ibu.. pemburu harga terendah… :D
    tapi sense ibu juga kadang kuat ko.. suka ngga tega juga ya kalo yg jual itu terlihat membutuhkan sekali..
    tapi thanks ya ma-pa, aku jadi diingatkan utk berbagi dgn sesama dengan cara ini… :)

  8. fandhie says:

    betul.. saya juga setuju dengan cara ini…
    biasakan untuk tidak menawar dagangan dan jasa orang2 kecil…
    kalau bisa kasi tip seperti kita kasi tip ketika makan di restoran2 mewah

    nice post papa mama…
    maaf kan teman yg jarang nongol ini :-)

    • papadanmama says:

      hallo fandhie, apa kbrnya???
      waah ide fandhie boleh jg nih dicoba
      mgkn sy persepsikan begini kali ya, kala membayar brg yg kita beli kita ikhlaskan sedikit uang kembaliannya bagi mrk, meski hy seribu dua ribu rupiah tp itu sdh membuat mrk amat gembira :)

  9. husin says:

    intinya berbuat baiklah sama semua orang ya…:)

  10. zee says:

    Hmm..
    Saya jadi terketuk juga nih… belanja langsung ke pasar tradisional memang sudah lama sekali tidak saya lakukan. Tp memang selalu belanja k psr biasa, tp pake bedinde. Dan rasanya pengen juga turun k pasar lagi… ingin merasakan sensasinya… :)

    • papadanmama says:

      hahaha….
      sensasinya apa ya zee?
      yg pasti kita akan mencium berbagai aroma di pasar, ya aroma ikan, daging berbaur jd satu plus aroma keringat org2 yg berpapasan dg kita, hihihi :D

  11. matanaga says:

    asyikk..
    masih dgn motto ‘anda jual.. saya beli’
    motivasi yg bener2 konkrit dah! :-bd

  12. ayamcinta says:

    Memberi untuk menerima…
    Membudayakan sedekah…Mantap. :-bd

  13. sepatubooth says:

    Pencerahan yang menggugah mbak :) cara sederhana yang punya efek bagus he..he.. =D)

  14. rully says:

    “Belajar memberi bisa dilakukan sejak sekarang, tidak harus menunggu menjadi kaya raya.”

    pemikiran yang sama dengan saya.

    check this out
    http://rullyeist.wordpress.com.....an-part-2/

    salam kenal.

    rully

  15. Mamah Aline says:

    kalau sekiranya harga barang dari penjual keliling atau pedagang kecil gak mahal-mahal amat saya gak akan tawar, sebab mereka juga mengambil keuntungan sedikit saja

  16. papadanmama says:

    setuju bangettt

  17. Srex says:

    He-eh…memang disadari atau tidak, berbelanja di pasar tradisional sebenarnya merupakan usaha menggerakkan ekonomi kerakyatan. Nggak perlu muluk2 lah…dengan berbagai macam program, yang penting aktualisasinya dlm kehidupan sehari-hari kita…sip…siiip…..

  18. ammadis says:

    Cerita yang menginspirasi kebaikan….

    Sebenarnya berbelanja di pasar tradisional itu juga ada baik buruknya. Buruknya adalah fasilitas yang kurang nyaman. Bayangkan saja, pada siang hari panasnya minta ampun plus berjejal dan rawan copet.

    • papadanmama says:

      yah begitulah bro
      faktor keamanan memang msh sgt memprihatinkan di negara kita ini, jgnkan belanja di psr tradisional, di mal2 pun byk jg para copet keren yg berkeliaran.

  19. uni says:

    setuju bgt papadanmama ^_^
    memberi tak harus mununggu kaya
    maaf baru mampir :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D =)) :-? :-bd :D/ =D) :] :(|) ~O) ):D( :-j :)) :-?? more »