gosipIni ada artikel kecil yang menarik untuk disimak.

Selamat menikmati.

Saya seorang suami yang tidak pernah berbuat jahat untuk istri, setiap bertengkar selalu berusaha untuk berdamai dan memaafkan istri,juga berusaha selalu untuk taat beribadah, baik pada anak-anak, berbuat baik selalu pada semua orang, berusaha sabar dan selalu berusaha untuk berpikiran positif.

Jadi saya pikir itu sudah cukup baik dan sudah cukup rendah hati daripada orang-orang sekantor yang sering gosip, tetangga yang sering menjelekkan dan berpikiran negatif.

Belajar mengenal diri sendiri lebih dalam

Suatu hari seorang teman sekantor yang suka gosip sedang ‘rapat’ dengan teman-teman, saya berusaha untuk tidak masuk dalam ‘rapat’ tersebut dan hati ini merasa lebih tenang. Sepulang dari kantor seperti biasa, saya bercerita dengan istri mengenai banyak hal atau mungkin tepatnya adalah istri bercerita 90% dan saya mendengarkannya.

Ketika cerita istri sudah habis, dengan begitu saja meluncur dari bibir saya ini cerita tentang teman yang suka gosip tadi. Tanpa sadar saya bercerita dengan rasa bangga bahwa saya tidak masuk dalam kelompok rapat tersebut dan tanpa sadar saya merasa bangga dengan diri sendiri.

Tiba-tiba dalam hati terdengar dengan lembut sebuah suara:

“Apa bedanya kamu sekarang dengan temanmu tadi?”
“Bukankah sekarang kamu juga sedang membicarakan kesalahan orang lain?”
“Apakah kamu bangga dengan meninggikan diri diatas kesalahan orang lain? Bukankah itu kesombongan?”

Saya tidak meneruskan pembicaraan itu lagi karena saya sadar bahwa saat itu Allah sedang menyingkapkan sebuah karakter yang saya miliki yang tidak berkenan dihadapanNya.

Membicarakan kesalahan orang lain tidak pernah menyelesaikan masalah, lebih baik saya diam dan berdoa bagi yang bersalah agar kelak menjadi orang yang baik dan lebih bijak.

Artikel diatas semoga berguna bagi papa dan mama baik untuk diri sendiri maupun untuk mendidik anak-anak agar menjadi orang yang lebih bijaksana.

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags: ,

13 Responses to “Saya adalah orang yang rendah hati dan baik, benarkah?”

  1. budies says:

    artikel yang bisa digunakan untuk bercermin bahwa ternyata kita haus bijaksana

  2. Setuju dg budies deh.. ~O)

  3. zee says:

    Manusia pada dasarnya memiliki sifat tinggi hati dan suka berbangga diri, meskipun kadarnya sedikit. Even yang tidak suka bergosip pun, pada suatu saat pasti pernah merasa bangga karena dia tidak seperti gerombolan di kantornya yg suka bergosip.
    Saya pikir gunanya pasangan atau sahabat adalah saling mengingatkan ya….

  4. matanaga says:

    itulah rongga mulut manusia tidak ada ujungnya
    setiap kesalahan seseorang kadang selalu menjadi incaran dalam ‘rapat’ itu
    dan yg sedang sentimen seakan ‘menari’ ria dengan ‘rapat’nya itu
    tak ada gading tg tak retak :)
    salam papadanmama-kuw… :D

  5. vany says:

    ah, tiba2 saia jd ingat peribahasa,
    “gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.”
    seringnya kita menilai org lain tanpa berkaca pd diri kita sendiri ya, ma.. :D

  6. bintangtimur says:

    Membicarakan kejelekan orang lain itu sebetulnya sama dengan menurunkan nilai diri kita kan…jadi, kayaknya mesti dijauhkan dari kebiasaan deh ;)
    Thanks sudah kembali diingatkan!
    :D

  7. wah, posting yg sangat menarik…

    tapi ada kalanya, perlu juga membicarakan orang lain. sepanjang konteksnya untuk mengambil pelajaran dari tingkah laku orang lain itu…

    gak ada yg sempurna di dunia ini, dan kesemurnaan bisa dipelajari dengan melihat kesalahan yang dibuat sesama (halaah, sok bijak nih, hehehe) :]

    *kapan2 mampir di padepokan rumahkayu ya? :D ~k

  8. miyosi says:

    betul betul :-bd

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D =)) :-? :-bd :D/ =D) :] :(|) ~O) ):D( :-j :)) :-?? more »