mendidik-anakDalam sebuah pertemuan di kelas dengan seorang dokter anak, ada beberapa pertanyaan yang menarik papa dan mama.

Bila seseorang menjadi jahat, egois, materialis dan hedonis (memuja kenyamanan & kemewahan), menurut anda, apakah karakter jelek tersebut terjadi begitu saja atau sudah terbentuk dari dulu?

Banyak yang menjawab “sejak dulu”. Pertanyaan kedua, bayi orang Indonesia, bayi orang Amerika, bayi orang Arab dan bayi orang Cina, apakah begitu lahir langsung memiliki karakter yang bagus atau yang jelek? Tentu tidak.

Bila demikian, apakah yang mempengaruhi pembentukan karakter seseorang? Tanya si pembicara. Dan kamipun diam semua, kami disadarkan kembali bahwa pendidikan anak itu sangat penting bagi masa depan anak dan bangsa ini.

Waspada Pengaruh Teknologi

Teknologi memang membawa pengaruh positif bagi anak, anak menjadi lebih mudah belajar dan cepat pintar. Namun bila tidak disadari maka teknologi juga akan membawa pengaruh negatif bagi anak, apa itu?

Seorang anak jika diberi phone cell pintar plus game menarik akan membuatnya menjadi pandai dalam mengoperasikan perangkat itu. Namun, taukah anda bila anak dibiarkan bermain itu terus akan kehilangan sebuah aktivitas yang kelak akan mempengaruhi karakternya. Anak kehilangan kegiatan sosial, kegiatan bermain bersama, dia cenderung menikmati waktu sendirian dan wajar bila kelak dalam pertumbuhannya dia pun akan menjadi manusia yang egois.

Kenikmatan demi kenikmatan akan terus dikejar sang anak. Dari game sebuah phonecell beralih ke game PC/Laptop/PS, dari film satu ke film yang lain, dari mainan kecil ke mainan yang lebih besar dan itulah cikal bakal dari Hedonis.

Bagaimana cara mengatasi hal ini?

Disiplin. Lakukan displin tanpa kekerasan. Disini ada sebuah nilai yang harus anda sadari pada saat anda menawarkan waktu bermain game pada anak… anak anda mulai belajar mengenal yang namanya transaksi. Kenalkan waktu belajar, waktu istirahat, waktu berdoa dan waktu bermain bagi anak anda.

Pendidikan transaksi bagi anak sebenarnya sudah lama dilakukan, mungkin kita sebagai orang tua kurang menyadarinya. Satu tindakan yang bagus yang dilakukan anak wajib kita puji. Dan dia akan belajar melakukannya lebih baik lagi.

Pemberian hadiah atas tindakan yang bagus itu baik, namun batasilah agar anak tidak berpikir bahwa hanya dengan materi sajalah sebuah penghargaan itu diberikan. Seringkali anak tidak meminta barang atau materi sebagai penghargaan, namun banyak orang tua yang menganggap kata-kata dan tepuk tangan sebagai ekspresi penghargaan itu kurang.

Sayang sekali bila ternyata papa dan mamanya sendiri-lah yang menanamkan sifat materialis itu dalam diri anak tanpa disadari.

Sekali lagi… ucapan “terima kasih”, “anak pintar” dan tepuk tangan adalah bentuk ekspresi penghargaan tanpa materi -yang perlu ditanamkan dalam diri anak anda sejak dini.

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags: ,

2 Responses to “Apakah anda membentuk anak menjadi egois,materialis dan hedonis?”

  1. Segala yang berlebihan memang tidak baik, akan membuat ‘ketagihan’.

    Kontrol diri tidak semudah mengatakannya :)

  2. nur azmi says:

    thaks, infonya, bermanfaat..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

:D =)) :-? :-bd :D/ =D) :] :(|) ~O) ):D( :-j :)) :-?? more »