<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Papa dan Mama</title>
	<atom:link href="http://papadanmama.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://papadanmama.com</link>
	<description>Catatan kecil dari papa dan mama</description>
	<pubDate>Fri, 02 Nov 2012 04:15:01 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar untuk setia dan belajar menghargai</title>
		<link>http://papadanmama.com/2012/11/belajar-untuk-setia-dan-belajar-menghargai/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2012/11/belajar-untuk-setia-dan-belajar-menghargai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2012 04:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[keluarga penuh damai]]></category>

		<category><![CDATA[penguasaan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=840</guid>
		<description><![CDATA[Saat browsing, papadanmama menemukan gambar menarik yang berbicara tentang kesetiaan. Bagi sebuah keluarga, kesetiaan adalah salah satu hal dasar yang harus diusahakan oleh kedua pemain utama dalam sebuah keluarga yaitu anda sebagai papa dan mama.
Mari kita belajar arti kesetiaan dan perjuangan bagi keluarga kita dari sepasang burung di Ukraina.
Suatu hari seekor burung sedang terluka parah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat browsing, papadanmama menemukan gambar menarik yang berbicara tentang kesetiaan. Bagi sebuah keluarga, <strong>kesetiaan adalah salah satu hal dasar</strong> yang harus <strong>diusahakan</strong> oleh kedua pemain utama dalam sebuah keluarga yaitu anda sebagai papa dan mama.</p>
<p>Mari kita belajar arti kesetiaan dan perjuangan bagi keluarga kita dari sepasang burung di Ukraina.</p>
<p>Suatu hari seekor burung sedang terluka parah dan terkapar di jalan&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-842 aligncenter" title="burung-1a" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/11/burung-1a.jpg" alt="burung-1a" width="400" height="265" /></p>
<p><span id="more-840"></span>tidak lama kemudian, datanglah pasangan jantannya untuk menjemput dan membawakan makanan bagi sang betina</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-843" title="burung-2a" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/11/burung-2a.jpg" alt="burung-2a" width="400" height="261" /></p>
<p>saat sang jantan sedang berusaha menyuapinya&#8230; dengan harapan agar sembuh dan punya kekuatan untuk terbang bersama kembali&#8230; si betina tiba-tiba terkulai mati, meninggalkan si jantan seorang diri.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-845" title="burung-3a" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/11/burung-3a.jpg" alt="burung-3a" width="400" height="273" /></p>
<p>Dengan hati yang hancur sang jantan berusaha membangunkan pasangannya&#8230; &#8220;Jangan tinggalkan aku&#8230;&#8221; bisiknya</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-846" title="burung-4a" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/11/burung-4a.jpg" alt="burung-4a" width="400" height="251" /></p>
<p>Namun fakta berbicara lain&#8230; pujaan hatinya telah kembali ke surga. Saat menyadari bahwa pasangan yang sangat dicintainya telah pergi, iapun &#8220;MENANGIS&#8221; di sisi sang kekasih yang telah terbujur lemas.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-847" title="burung-5a" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/11/burung-5a.jpg" alt="burung-5a" width="400" height="238" /></p>
<p>Ia pun &#8220;BERTERIAK&#8221; dengan suara yang sangat menyedihkan&#8230; seakan bertanya pada alam semesta ini, mengapa ia harus berpisah dengan belahan jiwanya?</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-848" title="burung-6a" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/11/burung-6a.jpg" alt="burung-6a" width="400" height="267" /></p>
<p>Tiada kata-kata lagi yang keluar dari mulut si jantan, hanya gores kesedihan yang mendalam&#8230; yang ia rasakan saat ini.</p>
<p>Sobat&#8230; mari kita belajar setia dan belajar menghargai orang2 yang kita cintai selagi mereka ada di samping kita. Jangan pernah sia-siakan waktu untuk melayani dan mengasihi mereka, karena hari esok tidak ada seorangpun yang tau apakah kesempatan itu datang kembali atau tidak.</p>
<p>Salam, papa dan mama</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2012/11/belajar-untuk-setia-dan-belajar-menghargai/" title=""></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2012/11/belajar-untuk-setia-dan-belajar-menghargai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah anda membentuk anak menjadi egois,materialis dan hedonis?</title>
		<link>http://papadanmama.com/2012/08/apakah-anda-membentuk-anak-menjadi-egoismaterialis-dan-hedonis/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2012/08/apakah-anda-membentuk-anak-menjadi-egoismaterialis-dan-hedonis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2012 03:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[displin anak]]></category>

		<category><![CDATA[mendidik anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah pertemuan di kelas dengan seorang dokter anak, ada beberapa pertanyaan yang menarik papa dan mama.
Bila seseorang menjadi jahat, egois, materialis dan hedonis (memuja kenyamanan &#38; kemewahan), menurut anda, apakah karakter jelek tersebut terjadi begitu saja atau sudah terbentuk dari dulu?
Banyak yang menjawab &#8220;sejak dulu&#8221;. Pertanyaan kedua, bayi orang Indonesia, bayi orang Amerika, bayi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-832" title="mendidik-anak" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/08/mendidik-anak.jpg" alt="mendidik-anak" width="135" height="104" />Dalam sebuah pertemuan di kelas dengan seorang dokter anak, ada beberapa pertanyaan yang menarik papa dan mama.</p>
<p>Bila seseorang menjadi jahat, egois, materialis dan hedonis (memuja kenyamanan &amp; kemewahan), menurut anda, apakah karakter jelek tersebut terjadi begitu saja atau sudah terbentuk dari dulu?</p>
<p>Banyak yang menjawab &#8220;sejak dulu&#8221;. Pertanyaan kedua, bayi orang Indonesia, bayi orang Amerika, bayi orang Arab dan bayi orang Cina, apakah begitu lahir langsung memiliki karakter yang bagus atau yang jelek? Tentu tidak.</p>
<p>Bila demikian, apakah yang mempengaruhi pembentukan karakter seseorang? Tanya si pembicara. Dan kamipun diam semua, kami disadarkan kembali bahwa pendidikan anak itu sangat penting bagi masa depan anak dan bangsa ini.<span id="more-831"></span></p>
<h3>Waspada Pengaruh Teknologi</h3>
<p>Teknologi memang membawa pengaruh positif bagi anak, anak menjadi lebih mudah belajar dan cepat pintar. Namun bila tidak disadari maka teknologi juga akan membawa pengaruh negatif bagi anak, apa itu?</p>
<p>Seorang anak jika diberi phone cell pintar plus game menarik akan membuatnya menjadi pandai dalam mengoperasikan perangkat itu. Namun, taukah anda bila anak dibiarkan bermain itu terus akan kehilangan sebuah aktivitas yang kelak akan mempengaruhi karakternya. Anak kehilangan kegiatan sosial, kegiatan bermain bersama, dia cenderung <strong>menikmati waktu sendirian</strong> dan wajar bila kelak dalam pertumbuhannya dia pun akan menjadi manusia yang egois.</p>
<p>Kenikmatan demi kenikmatan akan terus dikejar sang anak. Dari game sebuah phonecell beralih ke game PC/Laptop/PS, dari film satu ke film yang lain, dari mainan kecil ke mainan yang lebih besar dan itulah cikal bakal dari <strong>Hedonis</strong>.</p>
<h3>Bagaimana cara mengatasi hal ini?</h3>
<p>Disiplin. Lakukan displin tanpa kekerasan. Disini ada sebuah nilai yang harus anda sadari pada saat anda menawarkan waktu bermain game pada anak&#8230; anak anda mulai belajar mengenal yang namanya transaksi. Kenalkan waktu belajar, waktu istirahat, waktu berdoa dan waktu bermain bagi anak anda.</p>
<p>Pendidikan transaksi bagi anak sebenarnya sudah lama dilakukan, mungkin kita sebagai orang tua kurang menyadarinya. Satu tindakan yang bagus yang dilakukan anak wajib kita puji. Dan dia akan belajar melakukannya lebih baik lagi.</p>
<p>Pemberian hadiah atas tindakan yang bagus itu baik, namun batasilah agar anak tidak berpikir bahwa hanya dengan materi sajalah sebuah penghargaan itu diberikan. Seringkali anak tidak meminta barang atau materi sebagai penghargaan, namun banyak orang tua yang menganggap kata-kata dan tepuk tangan sebagai ekspresi penghargaan itu kurang.</p>
<blockquote><p>Sayang sekali bila ternyata papa dan mamanya sendiri-lah yang menanamkan sifat materialis itu dalam diri anak tanpa disadari.</p></blockquote>
<p>Sekali lagi&#8230; ucapan &#8220;terima kasih&#8221;, &#8220;anak pintar&#8221; dan tepuk tangan adalah bentuk ekspresi penghargaan tanpa materi -yang perlu ditanamkan dalam diri anak anda sejak dini.</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2012/08/apakah-anda-membentuk-anak-menjadi-egoismaterialis-dan-hedonis/" title="cara menjadi hedonis">cara menjadi hedonis</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2012/08/apakah-anda-membentuk-anak-menjadi-egoismaterialis-dan-hedonis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sukses  bahagia  kaya</title>
		<link>http://papadanmama.com/2012/05/sukses-bahagia-kaya/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2012/05/sukses-bahagia-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 02:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[prinsip dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang ingin kaya, semua orang ingin sukses dan bahagia. Namun ada hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa sukses &#60;&#62; bahagia &#60;&#62; kaya (baca: sukses tidak sama dengan bahagia tidak sama dengan kaya). Apa artinya itu? Bukankah semua orang kaya akan lebih bahagia? Bukankah semua orang sukses itu bahagia?
Mari kita rileks dulu sebelum membahasnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-824" title="bahagia" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/05/bahagia.jpg" alt="bahagia" width="225" height="225" />Semua orang ingin kaya, semua orang ingin sukses dan bahagia. Namun ada hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa sukses &lt;&gt; bahagia &lt;&gt; kaya (baca: sukses tidak sama dengan bahagia tidak sama dengan kaya). Apa artinya itu? Bukankah semua orang kaya akan lebih bahagia? Bukankah semua orang sukses itu bahagia?</p>
<p>Mari kita rileks dulu sebelum membahasnya detail, anda bisa tarik nafas dalam dan bukalah pikiran anda untuk mencerna apa maksudnya ini.</p>
<h3><span id="more-823"></span>Definisi</h3>
<p>Apa itu sukses? Bila anda mengejar karir dengan target menjadi seorang manager atau seorang direktur dan bila itu tercapai&#8230; maka anda dikatakan sukses.</p>
<p>Bila anda bekerja membesarkan perusahaan sehingga punya net income 100juta per bulan, maka anda dikatakan sukses, artinya anda punya gol dan anda berhasil mencapai gol anda.</p>
<p><strong>Itulah sukses. Ada gol pada jangka waktu tertentu dan itu dapat kita capai.</strong></p>
<p>Seminggu setelah kita mencapai kesuksesan itu, kita masih bisa merasakan auranya. Sebulan atau setahun kemudian, mungkin masih terasa. Setelah kesuksesan itu berlalu sekian lamanya, mengapa saat ini kita masih merasa ada yang kurang?</p>
<p>Apakah kita terus mencari THE NEXT THING dan NEXT SUCCESS ?</p>
<p>Kaya. Apakah kita berusaha mengumpulkan uang agar kaya sehingga kehidupan keluarga dan anak-anak dapat terjamin? Atau kita ingin kaya karena sudah bosan dengan hidup berada digaris cukup, artinya uang hanya cukup untuk makan, berinternet, rekreasi ke tempat biasa saja dan tidak bisa ke luar negeri atau tidak bisa membeli rumah besar dengan ruang kerja dan ruang fitnes sendiri namun harus tinggal di rumah yang cukup sempit bila ke kamar mandi mesti antri dan rasanya capek bila mengurus rumah sendirian karena tidak mampu membayar pembantu?</p>
<p>Tidak salah dengan semua itu diatas, namun yang ingin disampaikan dalam artikel ini adalah ADA BEDA antara kaya, sukses dan bahagia.</p>
<p>Bahagia itu suasana hati. Orang yang kaya akan memiliki kenyamanan karena dia dapat memiliki fasilitas lebih dibandingkan dengan orang miskin, namun suasana hati tidak dapat digantikan dengan kenyamanan.</p>
<p>Kenyamanan akan melegakan, memberikan suasana hati enak SEJENAK, namun manusia itu akan segera BERADAPTASI dengan kemapanannya.</p>
<p>Contoh nyata&#8230;<br />
Sebelum punya sepeda motor, seorang sangat senang ketika dapat membeli sepeda motor, sehingga ia lebih nyaman berangkat kerja. Beberapa tahun kemudian, ia mulai merasakan panas matahari yang menyengat dan kedinginan bila kehujanan. Suasana hatinya mulai berubah, ia mulai ingin punya mobil. Disini kebutuhannya sudah beradaptasi dengan kekayaannya dan mulai timbul NEXT THING-nya. Anda bisa meneruskan sendiri ceritanya kan?</p>
<p>Hal ini juga berlaku dengan karir dan apapun di dalam kehidupan kita. Manusia akan segera beradaptasi dengan semua itu. Tidak ada yang salah dengan semuanya, sekali lagi tidak ada yang salah, itu NORMAL.</p>
<p><strong>Lalu&#8230; dimanakah kebahagiaan itu?</strong></p>
<p>Untuk mengerti putih, marilah kita mengerti apa itu hitam. Kebalikan dari kebahagiaan adalah sengsara atau penderitaan.</p>
<p>Seorang psikiater yang sering menerima pasien dengan keluhan dan penyakit yang sama &#8212; yakni pasien merasa bahwa mereka adalah orang yang paling sengsara di dunia ini &#8212; mengadakan riset.</p>
<p>Riset itu adalah mengundang 10 orang pasiennya dan disuruh menulis di kertas, tanpa nama, semua yang dialami dan semua penderitaannya dengan detil dan jelas. Kertas itu dikumpulkan ke psikolog.</p>
<p>Si psikolog memanggil seorang pasien untuk masuk ke ruangannya dan diminta membaca semua kertas itu lalu dipersilakan memilih satu penderitaan yang menurutnya paling ringan dan penderitaan yang dapat dipikulnya.</p>
<p>Dan yang menarik adalah masing-masing pasien itu mengambil kertasnya sendiri dan mereka setuju bahwa apa yang dialami mereka saat ini adalah hal yang paling ringan yang dapat mereka pikul.</p>
<p>Saudara, kebahagiaan itu ada dalam setiap hati kita. Baik kita ini kaya, miskin, tua, muda, pria atau wanita dan apapun keadaan kita saat ini. Kalaupun saat ini ada masalah besar di hari-hari mendatang tetaplah berbahagia, tetaplah mengucap syukur pada Allah karna apapun sikap kita hal itu tidak akan mengubah hari-hari mendatang tersebut kan?</p>
<p>Seorang yang tidak punya uang untuk membayar sesuatu terus mengucap syukur dan berharap pada Yang Diatas, tidak ada hubungan antara kekurangan dan kebahagiaan serta ucapan syukur. Menurutnya&#8230; sekalipun marah, bingung, pusing dan stress itu tidak akan mengubah keadaan malah akan memperburuknya. Bahkan senyum dan sikap ramah itulah yang bisa mendatangkan customer dan rejeki yang dapat menutupi kekurangannya.</p>
<p>Anda punya pengalaman tetap menjaga hati untuk berbahagia meskipun keadaan sedang mendesak? Atau&#8230; anda saat ini sedang terdesak? Tetaplah mengucap syukur, lihat hal-hal positif dalam kehidupan anda sebelumnya karna itu akan mempermudah anda mengucap syukur.</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2012/05/sukses-bahagia-kaya/" title=""></a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/05/sukses-bahagia-kaya/" title="apakah sukses itu sama dengan kebahagiaan">apakah sukses itu sama dengan kebahagiaan</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/05/sukses-bahagia-kaya/" title="bahagia">bahagia</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2012/05/sukses-bahagia-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh khas Surabaya</title>
		<link>http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 00:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<category><![CDATA[review bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang mencari oleh-oleh khas surabaya atau lapis Surabaya, anda bisa langsung ke www.mychococake.com, salah satu pebisnis online yang bergerak di bidang oleh-oleh dari Surabaya ini.
Tanpa pengawet dan fresh itulah moto dari Choco Cake dan yang enak menurut papadanmama itu yang rasa Double Choco  

Aneka rasa oleh-oleh khas Surabaya
Ada beberapa rasa atau tipe yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-820" title="oleh-oleh-khas-surabaya" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya.jpg" alt="oleh-oleh-khas-surabaya" width="300" height="250" />Bagi yang mencari <strong>oleh-oleh khas surabaya</strong> atau lapis Surabaya, anda bisa langsung ke <a href="http://www.mychococake.com">www.mychococake.com</a>, salah satu pebisnis online yang bergerak di bidang oleh-oleh dari Surabaya ini.</p>
<p>Tanpa pengawet dan fresh itulah moto dari Choco Cake dan yang enak menurut papadanmama itu yang rasa Double Choco <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-814"></span></p>
<h3>Aneka rasa oleh-oleh khas Surabaya</h3>
<p>Ada beberapa rasa atau tipe yang bisa dipesan sebagai oleh-oleh khas Surabaya yakni:</p>
<p><strong>1. Double Choco.</strong> Kue ini tiga lapis dengan coklat di antara lapisnya, jadi double coklatnya. Cocok bagi sobat yang suka banget ama yang namanya coklat <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/3.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>2. Romantic.</strong> Strawberrynya harum, manis dan pas buat para sobat yang ingin memberi oleh-oleh khas Surabaya dengan nuansa romantic. Cie&#8230;.</p>
<p><strong>3. Classic.</strong> Yang satu ini memang engga ada abisnya&#8230; dari zaman tempoe doeloe sampai zaman New iPad muncul&#8230;. weh lebay abis&#8230; rasa Classic ini tetap disukai orang. Pssttt, buat yang mau curi hati camer (calon mertua) ini cocok buat oleh-oleh deh hehehehehe</p>
<p><strong>4. Mocca.</strong> <em>Oleh-oleh khas Surabaya</em> yang kali ini biasanya disukai oleh pecinta kopi. Kenapa ya? Gak tau juga&#8230; mungkin rasa mocca dan kopi gak jauh beda ya?</p>
<p>Yang menarik dari <em>oleh-oleh khas Surabaya</em> kali ini adalah mutu dan kesegarannya. Artinya lapis Surabaya yang dipesan memiliki rasa yang enak, exclusive gitu lah&#8230; dan bau wanginya masih terasa saat penutupnya dibuka. Hal ini diperkuat dengan slogan bahwa lapis Surabaya ini tidak menggunakan pengawet alias made by order, ada pesanan baru dibuat.</p>
<p>Untuk dapat dikirim minimal pesan 2 biji dengan ongkos kirim yang murah. Bandingkan dengan harga BBM dan waktu yang perlu di keluarkan untuk merasakan nuansa jalanan Surabaya hehehehe. Kalo ingin GRATIS ONGKOS KIRIM, nah&#8230; bisa juga ternyata, pesan dengan nilai tertentu bisa FREE alias GRATIS lho!</p>
<p>Pengiriman <strong>oleh-oleh khas Surabaya</strong> ke luar kota biasanya via travel dan JNE. ONGKOS KIRIM yang mahal bisa disiasati dengan memesan bersama teman. Contoh 2 orang,si A pesan 2 biji, si B pesan 1 biji, total ongkos kirim Rp 75.000. Maka si A bisa membayar Rp 50.000 dan si B bisa membayar Rp 25.000, sesuai dengan jumlah pesanan masing-masing. Adil dan murahkan?</p>
<p>Selamat menikmati.</p>
<blockquote><p>Bila anda ingin papadanmama.com mereview produk atau jasa anda, silakan email ke papadanmama@papadanmama.com.</p></blockquote>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/" title=""></a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/" title="aneka oleh-oleh khas surabaya">aneka oleh-oleh khas surabaya</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/" title="oleh oleh khas surabaya">oleh oleh khas surabaya</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/" title="oleh oleh surabaya">oleh oleh surabaya</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/" title="oleh oleh surabaya khas">oleh oleh surabaya khas</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2012/04/oleh-oleh-khas-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Salah Satu Cara Menasihati/Menegur Pasangan Dengan Baik</title>
		<link>http://papadanmama.com/2012/02/salah-satu-cara-menasihatimenegur-pasangan-dengan-baik/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2012/02/salah-satu-cara-menasihatimenegur-pasangan-dengan-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 02:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[keluarga penuh damai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=807</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hukum yang perlu kita ingat adalah bahwa semua orang hanya tertarik pada diri sendiri. Hukum ini seperti hukum gravitasi, semua benda besar atau benda kecil bila dilemparkan ke atas pasti akan jatuh ke bawah juga. Benda yang besar akan lebih cepat turunnya daripada benda yang kecil.
Dengan mengingat aturan ini maka, salah satu cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-812" title="menegur" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2012/02/menegur.jpg" alt="menegur" width="259" height="194" />Salah satu hukum yang perlu kita ingat adalah bahwa <strong>semua orang hanya tertarik pada diri sendiri</strong>. Hukum ini seperti hukum gravitasi, semua benda besar atau benda kecil bila dilemparkan ke atas pasti akan jatuh ke bawah juga. Benda yang besar akan lebih cepat turunnya daripada benda yang kecil.</p>
<p>Dengan mengingat aturan ini maka, salah satu cara menasihati/menegur pasangan dengan baik adalah <strong>tidak menyalahkannya</strong> akan tetapi gunakan teknik <strong>bercerita tentang kesalahan anda dan bagaimana anda bisa sadar untuk memperbaikinya</strong>.</p>
<p>Contohnya?<span id="more-807"></span></p>
<h3>Bercerita tentang kesalahan sendiri dan perbaikan yang anda lakukan</h3>
<p>Suatu ketika saya melihat pasangan sedang memarahi si kecil yang tidak mau belajar dan selalu menunda-nunda setiap PR yang didapatkan dari sekolah. Hal ini sebenarnya hal yang biasa terjadi, tapi yang menjadi luar biasa adalah anak kami menulis di kertas bahwa ia benci, ia marah dan besok bila besar si kecil akan marah juga sama pasangan anda. Wah gawat kan?</p>
<p><strong>Maka sayapun melakukan hal ini:</strong><br />
1. Mencari tau cerita dari kedua belah pihak. Cerita dari pasangan dan cerita dari si kecil. Ini diperlukan agar anda bisa tau situasi saat ini.</p>
<p>2. Memberi penghiburan bagi keduanya. Ini perlu agar keduanya tidak merasa disalahkan oleh orang lain dan mereka juga sadar bahwa ada yang peduli, menghargai dan memperhatikan keduanya.</p>
<p>3. Bagi si kecil, belajar itu sesuatu yang tidak enak, enakkan bermain <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> tentu saja ya&#8230;.<br />
Karena tipe si kecil ini adalah tipe pemikir, maka cara yang diambil adalah sesuai dengan tipenya, beri tahukan tujuan akhir kenapa mesti belajar, kenapa mesti pintar dan kenapa mama menyuruh melakukan itu semua.<br />
Setelah si kecil mengerti, kenapa belajar dan ingat lagi kalau orang tua memperhatikan anaknya itu berarti masih sayang&#8230;. maka tugas pertama sudah selesai</p>
<p>Catatan: Tiap anak mempunyai watak masing-masing, sesuaikan dengan watak mereka masing-masing.</p>
<p>Tugas kedua adalah menasihati/menegur pasangan yang terlalu keras pada si kecil.<br />
Saya lihat pasangan saya sudah tidak emosi, maka saya membuka pembicaraan yang lain dulu dan kemudian kembali lagi menyinggung perilaku si kecil tadi yang memang kadang membuat saya jengkel juga.</p>
<p>Dari sana, pasangan mengeluarkan unek-uneknya&#8230; saya siapkan ember telinga.</p>
<p>Setelah selesai, saya bilang &#8220;Iya, saya juga pernah jengkel sama dia. Tapi setelah membaca sebuah artikel yang bercerita bahwa anak-anak kita itu paling berkumpul dengan kita cuman sampai umur 12 tahun. Karena setelah itu mereka harus BELAJAR bersosialisasi dengan teman-temannya.</p>
<p>Kalau si kecil sekarang umur 8 tahun, berarti tinggal 4 tahun lagi waktu kita, papa dan mamanya dapat bermain dan berinteraksi dengannya secara full time, selebihnya dia sudah punya teman bermain. Apalagi bila kelak dia sudah SMA dan kuliah.</p>
<p>Teringat artikel itu membuat saya sadar, di waktu yang singkat ini saya berusaha lebih sabar dan menahan diri untuk tidak marah. Saya berusaha memberikan yang terbaik baginya.</p>
<blockquote><p>Saya ingin dia ingat bahwa</p>
<p>di rumah dia punya papa dan mama yang mencintainya.</p>
<p>Saya ingin dia ingat bahwa</p>
<p>di rumah dia punya papa dan mama yang selalu menanti cerita-ceritanya.</p></blockquote>
<p>Dan saya mendengar pasangan saya berkata &#8220;iya sih&#8221;&#8230; itu cukup bagi saya.</p>
<p>Saudara&#8230; mari kita ciptakan &#8216;istana&#8217; bagi anak-anak kita, mari kita ciptakan &#8216;tempat tinggal&#8217; bagi anak-anak kita, bukan sekedar rumah saja.</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2012/02/salah-satu-cara-menasihatimenegur-pasangan-dengan-baik/" title="cara menegur orang yang salah">cara menegur orang yang salah</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2012/02/salah-satu-cara-menasihatimenegur-pasangan-dengan-baik/" title="cara menegur yang baik bila anak yang salah">cara menegur yang baik bila anak yang salah</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2012/02/salah-satu-cara-menasihatimenegur-pasangan-dengan-baik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selalu menyalahkan si sulung</title>
		<link>http://papadanmama.com/2011/10/selalu-menyalahkan-si-sulung/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2011/10/selalu-menyalahkan-si-sulung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 06:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[mendidik anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Bila ada pertengkaran antar anak, sulung dan bungsu, kerap kali yang menjadi kemarahan adalah si sulung. Ini juga sering papa dan mama alami. Mulanya kami berusaha untuk bersikap adil bila terjadi pertengkaran, yaitu: di marahi kedua-duanya.
Sampai suatu saat ketika papa hendak keluar rumah, si sulung yang biasanya suka tinggal di rumah, main sendiri atau bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-804" title="selalu-disalahkan" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2011/10/selalu-disalahkan.jpg" alt="selalu-disalahkan" width="240" height="210" />Bila ada pertengkaran antar anak, sulung dan bungsu, kerap kali yang menjadi kemarahan adalah si sulung. Ini juga sering papa dan mama alami. Mulanya kami berusaha untuk bersikap adil bila terjadi pertengkaran, yaitu: di marahi kedua-duanya.</p>
<p>Sampai suatu saat ketika papa hendak keluar rumah, si sulung yang biasanya suka tinggal di rumah, main sendiri atau bersama adik, tiba-tiba bertanya: &#8220;Pa, boleh ikut pergi ?&#8221; Karena papa lihat si kecil sangat berharap ikut, maka papa pun mengiyakan.<span id="more-800"></span></p>
<h3>Curhat pada papa</h3>
<p>Dalam perjalanan ke supermarket, ketika suasana mulai terasa kendor&#8230; terasa nyaman, bertanyalah papa pada si sulung&#8230; &#8220;Kenapa kok tiba-tiba ingin ikut? Kan enak di rumah, bisa main ini main itu.&#8221; Dan si sulung pun mulai bercerita / curhat&#8230; &#8220;Malas di rumah, kakek selalu menyalahkan saya&#8221;, dst dst dst panjang deh <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dari obrolan santai ini, papa juga mulai bercermin&#8230; mungkin selama ini papa dan mama salah dalam bersikap karena selalu menuntut sulung untuk mengalah, padahal sebagai anak kecil wajar saja bila kemampuan untuk mengalah masih belum kuat.</p>
<p>Belum bisa mengalah 100% atau sedang berusaha untuk menahan diri&#8230;eh tetap saja di omelin ama orang tua / kakek nenek, jadi mungkin bete juga si sulung ini.</p>
<p><strong>Sulung pun butuh pujian dan perhatian</strong></p>
<p>Bagi papa dan mama, kejadian ini mengingatkan bahwa ternyata si sulung pun masih membutuhkan pujian dan perhatian&#8230;bukan hanya si bungsu.</p>
<p>Bahkan terkadang bila papa dan mama perhatikan, sebenarnya si sulung ini sudah cukup mengalah buat si kecil, namun karna yang satu masih terlalu kecil dan mau menang sendiri&#8230;terkadang si sulung gemes juga dan mencubitnya sehingga si bungu menangis <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bila tidak diketahui asal muasal ceritanya, sudah pasti kejadian begini akan dianggap bahwa si sulung tidak mau mengalah.</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2011/10/selalu-menyalahkan-si-sulung/" title=""></a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2011/10/selalu-menyalahkan-si-sulung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H</title>
		<link>http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 02:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Liburan sudah selesai&#8230; sebelum memulai kerja lagi, Papa dan Mama mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Salam hangat buat yang baru balik dari kampung nih&#8230; jangan lupa oleh-olehnya  
Kata kunci lain artikel ini:selamat hari raya idul fitrigambar idul fitrihari raya idul fitriidul fitri]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-796" title="idul-fitri" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2011/09/idul-fitri.jpg" alt="idul-fitri" width="225" height="225" />Liburan sudah selesai&#8230; sebelum memulai kerja lagi, Papa dan Mama mengucapkan:</p>
<h3>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H</h3>
<p>Salam hangat buat yang baru balik dari kampung nih&#8230; jangan lupa oleh-olehnya <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/" title="selamat hari raya idul fitri">selamat hari raya idul fitri</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/" title="gambar idul fitri">gambar idul fitri</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/" title="hari raya idul fitri">hari raya idul fitri</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/" title="idul fitri">idul fitri</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2011/09/selamat-hari-raya-idul-fitri-1432h/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa kata si kecil tentang papa mereka</title>
		<link>http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 03:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>papa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Balita]]></category>

		<category><![CDATA[penguasaan diri]]></category>

		<category><![CDATA[peran papa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=782</guid>
		<description><![CDATA[Bagi papa dan mama yang punya anak berumur 4-7 tahun, tentu anda juga merasakan seperti kami&#8230; Terkadang lucu sekali gerak-gerik mereka, terkadang juga bikin hati ini marah karena mereka sudah punya mau sendiri yang sering berbeda dengan maunya papa dan mama.
Ada hal yang menarik ketika dua anak kami bermain boneka, yang satu menjadi papa dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-783" title="sleeping-kid" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2011/07/sleeping-kid.jpg" alt="sleeping-kid" width="249" height="192" />Bagi papa dan mama yang punya anak berumur 4-7 tahun, tentu anda juga merasakan seperti kami&#8230; Terkadang lucu sekali gerak-gerik mereka, terkadang juga bikin hati ini marah karena mereka sudah punya mau sendiri yang sering berbeda dengan maunya papa dan mama.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada hal yang menarik ketika dua anak kami bermain boneka, yang satu menjadi papa dan yang satu menjadi anaknya.<span id="more-782"></span></p>
<h3>Papaku kata si kecil</h3>
<p>&#8220;Ayo&#8230; kamu jadi papa nya, berdiri disitu&#8221; kata si sulung.<br />
Si bungsu pun merubah suaranya jadi besar <img src='http://papadanmama.com/blogs/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> dan berkata:<br />
&#8220;Ada apa ini? Ayo seka, cuci tangan, cuci kaki&#8221;<br />
&#8220;Gak mau&#8221; kata si sulung<br />
Dan papa kecil pun menirukan suara papanya di saat marah&#8230;.<br />
&#8220;Ayo jangan ruwet, nanti papa marah !&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Lucu sih sebenarnya, tapi hati ini sedih juga kalo ternyata yang diingat dari papanya adalah disaat memarahi si kecil yang tidak mau cuci tangan dan cuci kaki sebelum tidur.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Hal ini menjadi renungan bagi papa saat itu, apakah memang demikian seringnya saya marah, sampai anak-anakpun menirukan tingkah papanya yang sedang marah?</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana dengan anda? Apakah anda pernah bertanya tentang apa kata si kecil mengenai papa mereka? Apa kata si kecil tentang mama mereka? Cobalah bertanya karena itu bisa menjadi masukan yang baik bagi kita sebagai orang tua untuk mengerti mana yang kurang dari diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan tadi malam, ketika si kecil tidak dapat tidur karena batuk alergi, saya terdorong untuk menemaninya agar dia bisa tidur, meskipun ia tidak memintanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang tidak mudah menemani di saat badan saya capek dan mata mengantuk sekali tapi sebagai papa saya ingin menjadi temannya disaat dia membutuhkan, saya ingin ada disampingnya saat dia tidak bisa tidur karena saya sadar ini anak yang di titipkan Tuhan Yesus Kristus untuk saya cintai dan saya kasihi dengan segenap kekuatan saya.</p>
<p>Selamat tidur nak&#8230;</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/" title=""></a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/" title="kata kata selamat tahun baru">kata kata selamat tahun baru</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/" title="link:ubalinwebblog blogspot com">link:ubalinwebblog blogspot com</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/" title="link:http://ubalinwebblog blogspot com">link:http://ubalinwebblog blogspot com</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/" title="kata untuk papa dan mama">kata untuk papa dan mama</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2011/07/apa-kata-si-kecil-tentang-papa-mereka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Bijak Menggunakan Dan Menutup Kartu Kredit</title>
		<link>http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 00:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman modern ini, Kartu Kredit dapat menjadi alat yang berguna bagi masyarakat modern tapi bila tidak bijak maka kartu kredit akan menjadi alat yang mematikan bagi penggunanya.
Mengapa demikian?
Salah satu faktor yang perlu anda ketahui adalah habis berapapun dengan kartu kredit akan terasa sama, maksudnya begini&#8230;.
Setelah anda belanja habis 300.000, anda tinggal gesek dan tanda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-778" title="kartu-kredit" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2011/05/kartu-kredit.jpg" alt="kartu-kredit" width="275" height="183" />Pada jaman modern ini, Kartu Kredit dapat menjadi alat yang berguna bagi masyarakat modern tapi bila tidak bijak maka kartu kredit akan menjadi alat yang mematikan bagi penggunanya.<br />
<strong>Mengapa demikian?</strong></p>
<p>Salah satu faktor yang perlu anda ketahui adalah habis berapapun dengan kartu kredit akan terasa sama, maksudnya begini&#8230;.<span id="more-776"></span></p>
<p>Setelah anda belanja habis 300.000, anda tinggal gesek dan tanda tangan diatas kertas tersebut, betul? Anda belanja habis 7 juta pun, anda juga tinggal gesek dan tanda tangan diatas kertas tersebut, benar? Tidak ada beda yang mencolok !</p>
<p>Efek diatas itulah yang kadang membuat seseorang itu terlena, terbuai kemudahan bertransaksi dengan kartu kredit. Bayangkan kalo anda bayar dengan uang tunai, pasti akan beda !</p>
<h3>Cara bijak menggunakan dan menutup Kartu Kredit:</h3>
<p><strong>1. Milikilah hanya 1 saja kartu kredit</strong>, jangan terima bila ditawari dari 1 bank yang sama untuk jenis kartu berbeda. Jadi benar-benar hanya punya 1 bank 1 kartu saja. Satu kartu akan mempermudah anda mengontrol total pemakaian dan akan membuat anda fokus.</p>
<p><strong>2. Tutuplah bila punya lebih dari 2 kartu kredit</strong>.</p>
<blockquote><p>PERHATIKAN : Mintalah selalu memo penutupan kartu kredit tersebut, bila tidak dikirim mintalah lagi, <strong>jangan mau konfirmasi berdasarkan telpon saja</strong></p></blockquote>
<p>Kenapa penting ? Ketahuilah bahwa setiap permohonan kartu kredit maka nama anda akan tercatat di Bank Indonesia, sekalipun kartu kredit tersebut tidak anda pakai.</p>
<p>Memo penutupan ini BAIK UNTUK KESELAMATAN ANDA !  Banyak kasus, termasuk yang dialami papa dan mama&#8230; kartu kredit yang sudah diajukan untuk ditutup beberapa tahun yang lalu, sudah konfirmasi by phone, ternyata masih terlihat OPEN di Bank Indonesia (BI).</p>
<p>Banyak kasus yang lain, kartu kreditnya mulai menimbulkan tagihan iuran tahunan, yang semulanya adalah free/gratis.</p>
<p>Jangan berpikir, &#8220;Saya tidak akan bayar kalau ditagih&#8221;, maka disini akan menjadi kerugian bagi anda sendiri. Selain record anda terlihat jelek di BI, maka banyak energi yang akan terkuras karena kelalaian anda.</p>
<p>Pengajuan KPR anda akan tidak dapat restu dari BI. Hal kecil ini akan menghambat investasi anda yang besar!</p>
<p><strong>3. Tidak usah malu bila punya hanya 1 kartu kredit saja.</strong> Kenapa gengsi? Bila gengsi akan membawa anda kepada kesulitan? Anda gengsi kepada siapa? Teman? Atau&#8230; anda ingin mendapatkan pengakuan status sosial dari teman? Bukankah sudah mulai timbul kesombongan dalam diri anda? Rasa ingin tampil lebih dari teman?</p>
<p>Saudara-saudara&#8230; tidak ada makan siang gratis ! Apa yang anda lakukan kelak anda harus bayar, mudah membuka kartu kredit, gratis, tapi ketahuilah untuk menutupnya ada harga yang harus dibayar, entah itu waktu anda untuk telp / pulsa anda kan?</p>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/" title="cara menutup kartu kredit">cara menutup kartu kredit</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/" title="cara bijak menggunakan kartu kredit">cara bijak menggunakan kartu kredit</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/" title=""></a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/" title="menutup kartu kredit">menutup kartu kredit</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/" title="cara penggunaan kartu kredit">cara penggunaan kartu kredit</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2011/05/cara-bijak-menggunakan-dan-menutup-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana agar sabar terhadap anak?</title>
		<link>http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/</link>
		<comments>http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 00:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Batita]]></category>

		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[keluarga penuh damai]]></category>

		<category><![CDATA[mendidik anak]]></category>

		<category><![CDATA[penguasaan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://papadanmama.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Bila anda adalah salah satu orang tua, yakni papa dan mama yang ingin mendidik anak dengan kesabaran atau orang tua yang ingin punya kesabaran terhadap anak, itu adalah bagus sekali!
Dengan menyadari bahwa kesabaran itu diperlukan oleh orang tua dalam mendidik anak, anda sudah berada dalam jalur yang benar. Bagaimana selanjutnya?

Perhatikan saat anda menang atau kalah
Papa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-769" title="sabar-kepada-anak" src="http://papadanmama.com/blogs/wp-content/uploads/2011/04/sabar-kepada-anak.jpg" alt="sabar-kepada-anak" width="183" height="275" />Bila anda adalah salah satu orang tua, yakni papa dan mama yang ingin <strong>mendidik anak dengan kesabaran</strong> atau orang tua yang ingin punya kesabaran terhadap anak, itu adalah bagus sekali!</p>
<p>Dengan menyadari bahwa kesabaran itu diperlukan oleh orang tua dalam mendidik anak, anda sudah berada dalam jalur yang benar. Bagaimana selanjutnya?</p>
<p><span id="more-768"></span></p>
<h3>Perhatikan saat anda menang atau kalah</h3>
<p>Papa dan mama juga menyadari dan masih belajar untuk sabar terhadap anak-anak kami. Terkadang juga papa dan mama tidak dapat sabar, marah-marah kepada buah hati kami yang masih kecil.</p>
<p>Ada satu hal yang papa dan mama perhatikan, <strong>saat kami kalah</strong> yaitu saat kami tidak dapat menahan emosi dan marah kepada anak-anak kami adalah saat dimana kami ingin segala sesuatu berjalan sempurna dan <strong>kami menuntut</strong> anak-anak kami berpikiran yang sama.</p>
<p>Pikir kami&#8230; Seharusnya anak yang lebih besar bisa mengalah, seharusnya anak kalau sudah diberitau cepatlah menurut, seharusnya sesama saudara kandung tidak berkelahi&#8230; dsb dsb dsb</p>
<p>Kami terjebak dalam keadaan sempurna sebuah keluarga, sehingga disaat masalah terjadi dan kami merasa tidak mendapatkan apa yang sempurna, kemarahanlah yang meluap.</p>
<p>Namun ada satu hal yang papa dan mama perhatikan juga <strong>saat kami menang</strong>, yaitu saat kami dapat menahan emosi kami. Kami dapat membimbing anak yang sedang berkelahi sehingga keduanya mendapat pelajaran dan hukuman tanpa kemarahan dan emosi kami.</p>
<p>Saat itu adalah dimana kami sadar bahwa <strong>anak-anak kami itu tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini, mereka cuman punya kami sebagai orang tua</strong>, mereka cuman punya kami sebagai papa dan mama yang memberi makan, papa dan mama yang memberikan perhatian, pujian dan bimbingan kepada mereka saat ini.</p>
<p>Saat seperti itulah kami dapat melihat dunia ini dari kacamata anak-anak kami&#8230; Ooh ternyata itu masalahnya cuman si kecil ingin pinjam mainan dan si kakak takut rusak mainannya, dan kami pun dapat lebih sabar dalam mengajarkan kepada si kecil bagaimana cara meminjam dan mengembalikan mainan bila sudah selesai dan kami pun dapat lebih sabar mendengarkan keluh kesah si kakak dan kekawatirannya.</p>
<blockquote><p>Buat papa dan mama ingatlah, mereka tidak punya siapa-siapa lagi yang lebih kompeten selain anda sebagai orang tua dalam mendidik dan menyayangi mereka.</p></blockquote>
<h4>Kata kunci lain artikel ini:</h4><ul><li><a href="http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/" title="sabar terhadap anak">sabar terhadap anak</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/" title="sabar dalam mendidik anak">sabar dalam mendidik anak</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/" title="saat seperti apa dibutuhkan sabar">saat seperti apa dibutuhkan sabar</a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/" title=""></a></li><li><a href="http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/" title="kiat sabar dalam mendidik anak">kiat sabar dalam mendidik anak</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://papadanmama.com/2011/04/bagaimana-agar-sabar-terhadap-anak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
